Tutup
PolitikTeknologi

Iran Redam Starlink, Kerahkan Teknologi Rusia Pengaruhi Sinyal

318
×

Iran Redam Starlink, Kerahkan Teknologi Rusia Pengaruhi Sinyal

Sebarkan artikel ini
starlink-elon-musk-lumpuh-diserang-senjata-rahasia-rusia
Starlink Elon Musk Lumpuh Diserang Senjata Rahasia Rusia

Jakarta – Pemerintah Iran dilaporkan berupaya memblokir akses internet Starlink milik Elon Musk. Upaya ini dilakukan di tengah gelombang demonstrasi yang berlangsung sejak akhir Desember 2025.

Diduga kuat, Iran menggunakan teknologi militer Rusia untuk mengganggu layanan internet berbasis satelit tersebut.

Teknologi yang dimaksud berupa perangkat pengacau sinyal. Perangkat ini diklaim mampu memblokir sekitar 80 persen lalu lintas data Starlink di iran.

Gangguan ini secara khusus menyasar sinyal GPS. Sinyal ini krusial bagi terminal starlink untuk terhubung dengan satelit.

NetBlocks, organisasi pemantau internet, mengonfirmasi adanya gangguan tersebut. “Layanan Starlink tidak stabil, tetapi masih berfungsi,” tulis NetBlocks, seperti dikutip dari Business Standard, Rabu (14/1/2026).

Terminal Starlink sangat bergantung pada GPS untuk menemukan satelit.

Sejumlah unggahan di media sosial menunjukkan teknologi militer Rusia yang diduga digunakan Iran, salah satunya adalah Murmanks-BN.

Murmanks-BN adalah sistem peperangan elektronik (electronic warfare/EW) yang dirancang untuk mengganggu komunikasi musuh pada frekuensi HF (3-30 MHz).

Sistem ini dipasang pada truk militer Kamaz 8×8, dilengkapi antena setinggi 32 meter. Fungsinya melumpuhkan sinyal satelit, radio, GPS, serta alutsista musuh seperti pesawat dan kapal perang.

Jangkauan efektif pengacauan sinyal truk ini mencapai 5.000-8.000 km, mencakup area seluas 640.000 km persegi. Bahkan, diklaim mampu mengganggu komunikasi NATO/AS dari jarak jauh.

Sistem ini disebut sebagai jammer terkuat Rusia saat ini dan telah diekspor ke negara sekutu seperti Iran.

Forbes melaporkan, pendekatan “kill switch” yang dilakukan Iran menelan biaya US$1,56 juta atau sekitar Rp24 miliar per jam.

Jumlah satelit Starlink milik Elon Musk terus bertambah dan dikabarkan telah menembus lebih dari 10.000 pada Oktober 2025.Hal ini menjadikan Starlink sebagai konstelasi satelit terbesar di dunia yang mengorbit Bumi untuk menyediakan internet berkecepatan tinggi.