Tutup
Regulasi

Wall Street Menguat Berkat Harapan De-eskalasi Konflik Timur Tengah

102
×

Wall Street Menguat Berkat Harapan De-eskalasi Konflik Timur Tengah

Sebarkan artikel ini

NEW YORK – Bursa saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street dibuka menguat pada perdagangan Selasa (14/4/2026). Sentimen positif muncul setelah adanya kabar mengenai upaya baru untuk meredakan konflik di Timur Tengah, serta rilis data harga produsen bulan Maret.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 53,8 poin atau 0,11% ke level 48.272,03 saat pembukaan. Sementara itu, indeks S&P 500 menguat 24,0 poin atau 0,35% ke level 6.910,2, dan Nasdaq Composite naik 147,8 poin atau 0,64% ke level 23.331,501.

Optimisme pasar tumbuh setelah muncul laporan bahwa delegasi AS dan Iran berencana melanjutkan pembicaraan di Pakistan pekan ini untuk mengakhiri perang. Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyampaikan bahwa pihak Iran telah melakukan kontak untuk mencapai kesepakatan, meski ia menegaskan tidak akan menoleransi kepemilikan senjata nuklir oleh Teheran.

Respons positif investor terlihat dari tren pasar yang mulai membaik. Indeks S&P 500 kini telah memulihkan sebagian besar kerugiannya sejak awal konflik. Bahkan, Nasdaq 100 mencatatkan kenaikan selama sembilan hari berturut-turut, sebuah reli terpanjang sejak September 2025.

“Investor mulai percaya bahwa meski memerlukan waktu, terdapat jalan keluar bagi konflik ini di masa mendatang,” ujar Art Hogan, kepala ahli strategi pasar di B Riley Wealth.

Selain isu geopolitik, pelaku pasar saat ini tengah mencermati rilis laporan kinerja keuangan perusahaan untuk menentukan arah pergerakan pasar selanjutnya. Fokus investor pun perlahan beralih dari isu makroekonomi ke fundamental mikro tiap perusahaan.

Data ekonomi juga menunjukkan sinyal positif dengan kenaikan harga produsen AS pada bulan Maret yang lebih rendah dari perkiraan. Kondisi ini terjadi karena biaya layanan yang cenderung stabil.

Sejumlah saham perusahaan besar turut merespons laporan kinerja kuartal pertama mereka. Saham BlackRock naik 1,9% berkat lonjakan laba yang ditopang oleh aliran dana ke ETF. Di sisi lain, saham JPMorgan dan Wells Fargo justru terkoreksi masing-masing sebesar 0,7% dan 2,9%. Sementara itu, saham Citigroup menguat 1,7% dan Johnson & Johnson melemah 1,2%.

Para pelaku pasar kini menanti komentar dari pembuat kebijakan Federal Reserve terkait dampak perang AS-Iran terhadap ekonomi. Anthony Saglimbene, kepala strategi pasar di Ameriprise Financial, menilai musim laporan laba kali ini menjadi sangat krusial bagi investor.

“Laporan laba dalam beberapa minggu ke depan harus mengonfirmasi bahwa momentum pendapatan cukup kuat guna menopang harga saham, terutama setelah periode volatilitas tinggi dan valuasi yang masih cukup tinggi di beberapa sektor,” pungkasnya.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Kamis (16/4/2026), sejalan dengan sentimen positif dari bursa global. Berdasarkan data RTI pukul 09.07 WIB, IHSG naik 1,04% atau 79,284 poin ke level 7.702,870. Sebanyak 393 saham menguat, 135 saham melemah, dan 176 saham bergerak stagnan. Volume perdagangan tercatat mencapai 3,9 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 1,6 triliun. Baca Juga: Rupiah Dibuka…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun pada Kamis (16/4/2026). Mengutip situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp 2.888.000. Harga emas Antam itu turun Rp 5.000 jika dibandingkan dengan harga pada Rabu (15/4/2026) yang berada di level Rp 2.893.000 per gram. Sementara harga buyback emas Antam berada di level Rp 2.674.000 per gram. Harga…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) menganggarkan belanja modal alias capital expenditure (capex) sekitar US$ 2,1 juta pada tahun 2026. Dana ini difokuskan untuk mendukung peningkatan operasional pabrik sekaligus menjaga daya saing Latinusa di tengah kondisi pasar yang masih menantang. Dari total anggaran tersebut, alokasi capex akan digunakan untuk machinery & equipment sebesar US$ 1,8 juta dan supporting equipment…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Di tengah meningkatnya volatilitas pasar keuangan, sejumlah emiten dengan arus kas kuat semakin agresif melakukan aksi korporasi berupa pembelian kembali atau buyback saham. Langkah ini dinilai menjadi salah satu strategi untuk menjaga stabilitas harga saham sekaligus mencerminkan keyakinan manajemen terhadap fundamental perusahaan. Deretan Emiten Lakukan Buyback Saham Terbaru, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Jangan lewatkan dividen saham bernilai jumbo dari anak usaha Astra. Yield dividen saham ini mencapai 12% lebih. Anak usaha Astra yang akan bayar dividen jumbo ini adalah PT Astra Graphia Tbk (ASGR). Pembayaran dividen ini diputuskan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025. Adapun RUPST PT Astragraphia digelar di Catur Dharma Hall, Menara Astra, Jakarta, Rabu (15/4/2026). Besaran dividen saham ASGR sebanyak…