Regulasi

Kinerja Reksadana Campuran Menurun, Investor Perlu Waspadai Risiko Tersembunyi

239
×

Kinerja Reksadana Campuran Menurun, Investor Perlu Waspadai Risiko Tersembunyi

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Kinerja reksadana campuran terpantau melambat pada Maret 2026. Setelah sempat mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 1,44% pada Februari 2026, instrumen investasi ini justru mencatatkan koreksi imbal hasil sebesar 5,62% secara bulanan (*month on month*).

Data Infovesta menunjukkan adanya tekanan yang signifikan pada kinerja reksadana campuran sepanjang bulan lalu. Para pelaku pasar menilai, penurunan ini dipicu oleh sejumlah risiko yang kerap diabaikan oleh investor, khususnya terkait pemahaman mengenai diversifikasi aset.

Banyak investor masih terjebak pada persepsi bahwa reksadana campuran otomatis memiliki tingkat risiko rendah hanya karena labelnya. Padahal, profil risiko instrumen ini sangat bergantung pada komposisi aset di dalam portofolionya. Label “campuran” tidak bisa dijadikan jaminan bahwa tingkat risiko yang ditawarkan akan selalu rendah.

Terdapat tiga risiko utama yang perlu diwaspadai investor pada reksadana campuran. Pertama adalah ketidaksesuaian alokasi aset dengan profil risiko investor. Beberapa produk reksadana campuran memiliki porsi saham yang cukup agresif, sehingga tetap memiliki volatilitas yang tinggi.

Kedua, adanya risiko likuiditas yang muncul jika portofolio reksadana mengandung obligasi atau saham dengan likuiditas terbatas. Ketiga, risiko konsentrasi tersembunyi, di mana diversifikasi terlihat luas secara instrumen, namun eksposur ekonominya masih terkonsentrasi pada sektor atau tema tertentu.

Oleh karena itu, investor disarankan untuk tidak hanya mengandalkan kinerja historis dalam memilih produk. Pemahaman mendalam mengenai sumber risiko yang mendasari pergerakan imbal hasil menjadi kunci penting bagi investor agar tetap tenang saat menghadapi fluktuasi pasar.

Regulasi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) menyatakan telah menggelar penawaran umum terbatas kepada pemegang saham perusahaan dalam rangka Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) IV atau rights issue untuk membeli sebanyak 13.282.271.875 saham baru Seri B dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Angka ini mewakili 33,33% dari jumlah saham ENRG yang telah ditempatkan dan disetor penuh setelah PMHMETD IV…