Regulasi

Strategi Polytron Sesuaikan Harga Produk demi Menjaga Daya Saing Pasar

192
×

Strategi Polytron Sesuaikan Harga Produk demi Menjaga Daya Saing Pasar

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Dinamika geopolitik global, termasuk eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat, memicu kenaikan biaya bahan baku dan energi yang kini membayangi industri elektronik nasional. Polytron pun tidak menampik adanya tantangan tersebut dalam menjaga stabilitas produksi.

Commercial Director Polytron, Tekno Wibowo, menyatakan bahwa penyesuaian harga produk menjadi langkah rasional yang harus diambil perusahaan untuk merespons fluktuasi harga energi serta bahan baku dunia. Meski demikian, ia menegaskan bahwa kenaikan harga tetap diikuti dengan komitmen menjaga kualitas produk serta nilai tambah bagi konsumen.

Menurut Tekno, ketergantungan pada komponen impor menjadi celah yang membuat rantai pasok global berpengaruh terhadap biaya produksi. Namun, ia memastikan kondisi ini masih berada dalam kendali perusahaan.

Untuk meminimalisir dampak tersebut, Polytron menerapkan strategi diversifikasi mitra pemasok. Langkah ini dinilai krusial untuk memperluas jaringan sehingga gangguan di satu wilayah tidak melumpuhkan seluruh rantai pasok perusahaan.

Selain diversifikasi pemasok, Polytron kini memfokuskan strategi pada efisiensi operasional secara menyeluruh. Perusahaan juga memaksimalkan pemanfaatan fasilitas manufaktur lokal yang terintegrasi untuk menekan biaya tambahan.

Melalui langkah strategis tersebut, Polytron berupaya menjaga harga produknya agar tetap kompetitif di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Emiten infrastruktur telekomunikasi yang terafiliasi Djarum, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) mampu membukukan pertumbuhan kinerja keuangan di periode Januari–Maret 2026. Melansir laporan keuangan per 31 Maret 2026, TOWR membukukan pendapatan sebesar Rp 3,55 triliun. Ini tumbuh 10,82% secara tahunan atau Year on Year (YoY) dari Rp 3,20 triliun. Rinciannya pendapatan dari pendapatan sewa berkontribusi sebesar Rp 2,87…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Pasar keuangan domestik saat ini masih menghadapi tekanan yang cukup besar. Di pasar saham, misalnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah merosot sekitar 35,3% sejak awal tahun 2026 ke level 5.594,76. Tekanan juga terjadi di pasar keuangan secara lebih luas seiring pelemahan nilai tukar rupiah yang kini berada di kisaran Rp 18.000 per dolar AS. Dalam situasi yang penuh tantangan seperti saat ini, investor tampaknya…