Regulasi

Strategi Polytron Sesuaikan Harga Produk demi Menjaga Daya Saing Pasar

191
×

Strategi Polytron Sesuaikan Harga Produk demi Menjaga Daya Saing Pasar

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Dinamika geopolitik global, termasuk eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat, memicu kenaikan biaya bahan baku dan energi yang kini membayangi industri elektronik nasional. Polytron pun tidak menampik adanya tantangan tersebut dalam menjaga stabilitas produksi.

Commercial Director Polytron, Tekno Wibowo, menyatakan bahwa penyesuaian harga produk menjadi langkah rasional yang harus diambil perusahaan untuk merespons fluktuasi harga energi serta bahan baku dunia. Meski demikian, ia menegaskan bahwa kenaikan harga tetap diikuti dengan komitmen menjaga kualitas produk serta nilai tambah bagi konsumen.

Menurut Tekno, ketergantungan pada komponen impor menjadi celah yang membuat rantai pasok global berpengaruh terhadap biaya produksi. Namun, ia memastikan kondisi ini masih berada dalam kendali perusahaan.

Untuk meminimalisir dampak tersebut, Polytron menerapkan strategi diversifikasi mitra pemasok. Langkah ini dinilai krusial untuk memperluas jaringan sehingga gangguan di satu wilayah tidak melumpuhkan seluruh rantai pasok perusahaan.

Selain diversifikasi pemasok, Polytron kini memfokuskan strategi pada efisiensi operasional secara menyeluruh. Perusahaan juga memaksimalkan pemanfaatan fasilitas manufaktur lokal yang terintegrasi untuk menekan biaya tambahan.

Melalui langkah strategis tersebut, Polytron berupaya menjaga harga produknya agar tetap kompetitif di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Pasar keuangan domestik saat ini masih menghadapi tekanan yang cukup besar. Di pasar saham, misalnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah merosot sekitar 35,3% sejak awal tahun 2026 ke level 5.594,76. Tekanan juga terjadi di pasar keuangan secara lebih luas seiring pelemahan nilai tukar rupiah yang kini berada di kisaran Rp 18.000 per dolar AS. Dalam situasi yang penuh tantangan seperti saat ini, investor tampaknya…

Regulasi

Jakarta, IDN Times – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terus menerus hingga jatuh di bawah level 6.000 dipengaruhi sentimen negatif terhadap perekonomian dalam negeri. Padahal, menurutnya, fundamental ekonomi Indonesia tumbuh baik. “Jadi kendala utamanya adalah persepsi nega…