JAKARTA – Dinamika geopolitik global, termasuk eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat, memicu kenaikan biaya bahan baku dan energi yang kini membayangi industri elektronik nasional. Polytron pun tidak menampik adanya tantangan tersebut dalam menjaga stabilitas produksi.
Commercial Director Polytron, Tekno Wibowo, menyatakan bahwa penyesuaian harga produk menjadi langkah rasional yang harus diambil perusahaan untuk merespons fluktuasi harga energi serta bahan baku dunia. Meski demikian, ia menegaskan bahwa kenaikan harga tetap diikuti dengan komitmen menjaga kualitas produk serta nilai tambah bagi konsumen.
Menurut Tekno, ketergantungan pada komponen impor menjadi celah yang membuat rantai pasok global berpengaruh terhadap biaya produksi. Namun, ia memastikan kondisi ini masih berada dalam kendali perusahaan.
Untuk meminimalisir dampak tersebut, Polytron menerapkan strategi diversifikasi mitra pemasok. Langkah ini dinilai krusial untuk memperluas jaringan sehingga gangguan di satu wilayah tidak melumpuhkan seluruh rantai pasok perusahaan.
Selain diversifikasi pemasok, Polytron kini memfokuskan strategi pada efisiensi operasional secara menyeluruh. Perusahaan juga memaksimalkan pemanfaatan fasilitas manufaktur lokal yang terintegrasi untuk menekan biaya tambahan.
Melalui langkah strategis tersebut, Polytron berupaya menjaga harga produknya agar tetap kompetitif di tengah ketidakpastian ekonomi global.







