Tutup
Regulasi

Strategi Polytron Sesuaikan Harga Produk demi Menjaga Daya Saing Pasar

98
×

Strategi Polytron Sesuaikan Harga Produk demi Menjaga Daya Saing Pasar

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Dinamika geopolitik global, termasuk eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat, memicu kenaikan biaya bahan baku dan energi yang kini membayangi industri elektronik nasional. Polytron pun tidak menampik adanya tantangan tersebut dalam menjaga stabilitas produksi.

Commercial Director Polytron, Tekno Wibowo, menyatakan bahwa penyesuaian harga produk menjadi langkah rasional yang harus diambil perusahaan untuk merespons fluktuasi harga energi serta bahan baku dunia. Meski demikian, ia menegaskan bahwa kenaikan harga tetap diikuti dengan komitmen menjaga kualitas produk serta nilai tambah bagi konsumen.

Menurut Tekno, ketergantungan pada komponen impor menjadi celah yang membuat rantai pasok global berpengaruh terhadap biaya produksi. Namun, ia memastikan kondisi ini masih berada dalam kendali perusahaan.

Untuk meminimalisir dampak tersebut, Polytron menerapkan strategi diversifikasi mitra pemasok. Langkah ini dinilai krusial untuk memperluas jaringan sehingga gangguan di satu wilayah tidak melumpuhkan seluruh rantai pasok perusahaan.

Selain diversifikasi pemasok, Polytron kini memfokuskan strategi pada efisiensi operasional secara menyeluruh. Perusahaan juga memaksimalkan pemanfaatan fasilitas manufaktur lokal yang terintegrasi untuk menekan biaya tambahan.

Melalui langkah strategis tersebut, Polytron berupaya menjaga harga produknya agar tetap kompetitif di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) tampak mengalami kenaikan harga pada Selasa (21/4). Namun, pada saat yang sama, harga emas dunia justru terkoreksi. Mengutip situs Logam Mulia, harga emas Antam untuk pecahan satu gram naik Rp 40.000 menjadi Rp 2.880.000 pada Selasa (21/4). Harga buyback emas Antam juga naik Rp 50.000 menjadi Rp 2.690.000 per gram. Sebaliknya, mengutip situs…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Harga saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) kompak mengalami penurunan setelah pengumuman terbaru dari Morgan Stanley Capital International (MSCI). Berdasarkan pantauan Kontan, harga saham BREN melorot 7,95% ke level Rp 6.075 per saham pada perdagangan intraday Selasa (21/4). Begitu pula dengan harga saham DSSA yang merosot 13,76% ke level Rp 2.820 per saham. Penurunan…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih belum mampu bangkit dari tekanan. Hingga penutupan perdagangan Senin (20/4/2026), harga BBCA hanya naik tipis 0,78% ke level Rp 6.475 per saham—masih jauh di bawah psikologis Rp 7.000. Sejak awal tahun, tekanan terhadap saham bank berkapitalisasi jumbo ini terbilang dalam. BBCA sudah terkoreksi 19,81% secara year to date (YtD) dan menjadi salah satu penekan utama Indeks Harga…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi bergerak konsolidasi dengan kecenderungan melemah pada perdagangan hari ini (21/4/2026), seiring meningkatnya kembali tensi geopolitik global. Pada Senin (20/4/2026), IHSG ditutup melemah 0,52% ke level 7.594,11. Indeks sempat menguat di awal sesi, namun berbalik melemah hingga akhir perdagangan. Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang mengatakan,…