Tutup
Regulasi

Wall Street Menguat Berkat Optimisme AI di Tengah Ketegangan Timur Tengah

135
×

Wall Street Menguat Berkat Optimisme AI di Tengah Ketegangan Timur Tengah

Sebarkan artikel ini

NEW YORK – Indeks utama Wall Street dibuka menguat pada perdagangan Selasa (21/4/2026), didorong oleh gelombang optimisme terhadap sektor kecerdasan buatan (AI) serta rilis kinerja keuangan emiten yang solid. Meski dibayangi ketidakpastian konflik di Timur Tengah, pelaku pasar tetap menunjukkan kepercayaan tinggi terhadap pasar saham Amerika Serikat.

Berdasarkan data hingga pukul 09.45 waktu setempat, indeks Dow Jones Industrial Average melesat 309,83 poin atau 0,63% ke level 49.752,39. Sementara itu, indeks S&P 500 menguat 0,17% ke posisi 7.121,44 dan Nasdaq Composite naik tipis 0,14% ke level 24.438,49.

Sentimen positif pasar didukung oleh data laporan keuangan yang menunjukkan 87,5% perusahaan dalam indeks S&P 500 berhasil melampaui ekspektasi analis. Capaian ini melampaui rata-rata historis jangka panjang yang berada di angka 67,4%.

Optimisme ini juga diperkuat oleh langkah JPMorgan Chase yang menaikkan target akhir tahun untuk indeks S&P 500. Analis menilai sektor teknologi dan AI menjadi kontributor utama bagi pertumbuhan laba perusahaan.

Di sisi korporasi, Amazon menjadi sorotan setelah mengumumkan rencana investasi hingga US$25 miliar ke perusahaan AI, Anthropic. Langkah strategis ini mempertegas komitmen perusahaan teknologi raksasa dalam mendominasi pengembangan kecerdasan buatan. Kabar tersebut berhasil mendongkrak saham Amazon sekitar 2%, yang sekaligus mengangkat sektor *consumer discretionary* hampir 1%.

Di sisi lain, saham UnitedHealth Group melonjak 9,2% pasca perusahaan menaikkan proyeksi laba tahunan, yang turut membawa sentimen positif bagi saham kesehatan lainnya seperti CVS Health dan Humana. Namun, sektor kesehatan secara keseluruhan sempat tertekan dengan penurunan sekitar 0,5%.

Tantangan bagi pasar tetap ada. Saham GE Aerospace tercatat turun 3,1% setelah perusahaan memperingatkan risiko kenaikan harga minyak, kendala pasokan, serta ancaman perlambatan ekonomi global.

Selain faktor kinerja emiten, pelaku pasar tengah mencermati sidang konfirmasi Senat terhadap Kevin Warsh, kandidat Ketua Federal Reserve yang diusulkan oleh Presiden Donald Trump. Proses ini menjadi perhatian utama karena akan menentukan arah kebijakan moneter AS ke depannya.

Pasar juga masih mewaspadai tensi geopolitik, terutama konflik antara AS dan Iran. Insiden di Selat Hormuz yang mengganggu distribusi minyak global sempat memicu kekhawatiran akan volatilitas pasar. Kendati demikian, kuatnya fundamental emiten dan antusiasme terhadap AI sejauh ini masih mampu menjaga minat investor pada aset berisiko.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan, sepanjang tahun 2025 volume transaksi aset kripto menyentuh Rp 482,23 triliun. Sedangkan jumlah investor mencapai 20,19 juta orang. Meski dari segi transaksi menurun dibanding periode tahun sebelumnya, secara adopsi jumlahnya tetap meningkat. Kenaikan investor juga tercermin di platform kripto. PT Pintu Kemana Saja misalnya, mencatat jumlah unduhan aplikasi i lebih dari…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Tekanan bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali bertambah. Kali ini pasar dikejutkan oleh pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang masih mempertahankan pembatasan terhadap saham Indonesia dalam tinjauan indeks Mei 2026 mendatang. Keputusan ini diambil seiring proses evaluasi reformasi transparansi pasar yang baru dilakukan Indonesia. Dalam pernyataan pada Senin (20/4) lalu, MSCI belum akan…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com – JAKARTA. Kinerja saham PT Bank Mandiri (BMRI) menghijau setelah melaporkan kinerja keuangan perusahaan di kuartal I-2026. Pada penutupan perdagangan bursa Selasa (21/4), saham BMRI naik 80 poin atau 1,73% ke level Rp 4.700 per saham. Namun pada pembukaan perdagangan, sahamnya terlihat memerah di level Rp 4.610 per saham. Jika dilihat, selama sepekan sahamnya juga susut 0,21%, dan secara year to date (ytd) sahamnya terjun 7,84%….

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) mencetak kinerja moncer setelah mampu meraih lonjakan laba dan pendapatan di periode kuartal I-2026. Dalam catatan laporan keuangannya, FORE mencatatkan laba sebesar Rp 9,4 miliar per Maret 2026, melonjak 60,47% secara year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp 5,87 miliar. Sejalan dengan itu, kondisi penjualan perusahaan juga mengalami peningkatan…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) tampak mengalami kenaikan harga pada Selasa (21/4). Namun, pada saat yang sama, harga emas dunia justru terkoreksi. Mengutip situs Logam Mulia, harga emas Antam untuk pecahan satu gram naik Rp 40.000 menjadi Rp 2.880.000 pada Selasa (21/4). Harga buyback emas Antam juga naik Rp 50.000 menjadi Rp 2.690.000 per gram. Sebaliknya, mengutip situs…