Tutup
Regulasi

Harga Emas Kembali Menguat, Simak Prospek Investasi Fisik dan Digital

125
×

Harga Emas Kembali Menguat, Simak Prospek Investasi Fisik dan Digital

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Harga emas dunia mulai menunjukkan sinyal pemulihan setelah mengalami tekanan selama sebulan terakhir. Meski tren harga kembali bergerak positif, investor ritel diimbau untuk tetap waspada terhadap lebar selisih (*spread*) antara harga jual dan harga beli kembali (*buyback*) yang dapat memengaruhi keuntungan investasi jangka pendek.

Berdasarkan data Trading Economics, harga emas spot naik 0,96% secara harian menjadi US$ 4.538 per ons troi. Kendati demikian, dalam akumulasi sebulan terakhir, harga emas dunia masih terkoreksi sebesar 2,13%.

Di pasar domestik, tren penguatan harga emas batangan terlihat pada perdagangan Jumat (29/5). Harga emas ANTAM, misalnya, naik Rp 20.000 menjadi Rp 2.774.000 per gram. Dengan harga *buyback* di level Rp 2.579.000, terdapat selisih harga sebesar Rp 195.000 atau sekitar 7,03%.

Kondisi serupa terjadi pada produk emas lainnya. Emas Galeri 24 mencatatkan *spread* sekitar 6,20%, sementara emas UBS memiliki selisih mencapai 8,89%. Emas Pegadaian dan PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) masing-masing mencatatkan *spread* yang lebih moderat, yakni 4,02% dan 4,80%.

Founder Traderindo, Wahyu Laksono, menilai *spread* yang cukup lebar pada emas fisik membuat instrumen ini kurang ideal untuk perdagangan jangka pendek. Biaya cetak, sertifikasi, keamanan fisik, hingga margin industri menjadi faktor utama tingginya selisih harga tersebut.

Menurutnya, agar investor dapat merealisasikan keuntungan, kenaikan harga emas global harus mampu melampaui besaran *spread* yang ada. Oleh karena itu, investasi emas batangan paling tepat dilakukan untuk jangka panjang, yakni minimal tiga hingga lima tahun.

Meskipun memiliki *spread* lebar, emas batangan tetap menjadi instrumen lindung nilai (*hedging*) yang efektif terhadap inflasi dan depresiasi nilai tukar rupiah. Selain itu, emas fisik memberikan keunggulan berupa kepemilikan aset yang tidak bergantung pada stabilitas sistem keuangan tertentu.

Bagi investor yang mengutamakan fleksibilitas, Wahyu menyoroti potensi emas digital sebagai alternatif yang lebih menarik. *Spread* pada emas digital umumnya lebih rendah, yakni di kisaran di bawah 3% hingga 5%, sehingga memudahkan investor mencapai titik impas (*break even point*) lebih cepat.

Selain efisiensi biaya, emas digital memungkinkan transaksi secara *real-time* melalui aplikasi dan mempermudah penerapan strategi *dollar cost averaging* atau investasi rutin secara bertahap. Keunggulan lainnya adalah meminimalisir biaya serta risiko penyimpanan fisik.

Kendati demikian, bagi calon investor yang tertarik pada emas digital, disarankan untuk selalu memastikan platform yang digunakan telah memiliki regulasi resmi dan terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com – JAKARTA. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada Jumat (29/5/2026). Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot melemah 0,20% secara harian ke Rp 17.881 per dolar AS. Dalam sepekan, rupiah melemah 0,91% dari level Rp 17.717 per dolar AS pada Jumat (22/5). Berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah melemah 0,52% secara harian ke Rp 17.883 per dolar AS. Dalam sepekan, rupiah melemah 0,93% dari level Rp…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com – JAKARTA. Harga minyak mentah WTI bergerak di bawah US$ 100 per barel seiring dengan laporan yang menyebut bahwa Amerika Serikat (AS) – Iran menyepakati memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari. Mengutip Trading Economics Jumat (29/5/2026) pukul 11.07 WIB, harga minyak mentah WTI di level US$ 88,02 per barel, menurun 8,78% dalam sepekan. Research & Development Trijaya Pratama Futures, Alwy Assegaf mengatakan, harga minyak…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Rupiah spot masih melanjutkan pelemahan pada perdagangan Jumat (29/5/2026) pagi. Pukul 09.12 WIB, rupiah spot ada di level Rp 17.859 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 0,07% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 17.846 per dolar AS. Di Asia, rupiah melemah bersama beberapa mata uang lainnya. Won Korea mencatat pelemahan terdalam yakni 0,51%, disusul rupiah yang melemah 0,07%, dolar Singapura melemah 0,05%, Yen Jepang…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Periode penawaran Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) ritel seri Sukuk Tabungan 016 (ST016) akan berakhir awal Juni 2026. Jelang berakhirnya penawaran, target penjualan ST016 hampir terpenuhi. Simak cara investasi sukuk ST016 sebelum kehabisan kuota. Masa penawaran sukuk ST016 akan berakhir pada Rabu (3/6/2026). Tingginya minat investor terlihat dari penyerapan kuota nasional yang telah mendekati penuh, terutama untuk…