EkonomiEnergiPerbankan

DPR Dorong Sinergi BUMN Kembangkan Pemanfaatan Gas Bumi Domestik

52
×

DPR Dorong Sinergi BUMN Kembangkan Pemanfaatan Gas Bumi Domestik

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya Linggih, dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI ke Provinsi Bali, Kamis (18/6/2026). Foto: Gys/Karisma
Anggota Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya Linggih, dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI ke Provinsi Bali, Kamis (18/6/2026). Foto: Gys/Karisma

Denpasar – Komisi VI DPR RI mendorong penguatan kolaborasi antara BUMN dengan Kementerian Koperasi guna mempercepat realisasi program strategis nasional. Salah satu agenda utama yang menjadi sorotan adalah transisi penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai energi alternatif yang efisien bagi masyarakat.

Anggota Komisi VI DPR RI, Gde Sumarjaya Linggih, menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor ini saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik di Bali, Kamis (18/6/2026). Ia menekankan bahwa koordinasi yang matang diperlukan agar setiap program pemerintah mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata.

“Hari ini kami rapat dengan PGN, kemudian juga BNI, dan Kementerian Koperasi. Kami ingin memastikan bahwa sinergitas antara BUMN dan Kementerian Koperasi ini berjalan dengan baik,” ujar Gde.

Dalam kesempatan tersebut, Komisi VI juga meninjau perkembangan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Bali. Pembahasan difokuskan pada skema pembiayaan serta peluang kerja sama strategis dengan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) untuk memperluas penetrasi penggunaan CNG.

Gde menyatakan bahwa CNG memiliki keunggulan strategis karena merupakan produk domestik. Berbeda dengan LPG yang ketergantungannya masih tinggi pada impor, penggunaan CNG diyakini mampu memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi beban impor.

“Kami juga melihat bagaimana PGN melakukan penetrasi terhadap penggantian LPG ke CNG. Ini sebenarnya lebih menguntungkan karena CNG merupakan produksi dalam negeri, sementara LPG masih impor,” jelas politisi Fraksi Partai Golkar tersebut.

Menurut legislator asal daerah pemilihan Bali ini, optimalisasi gas bumi domestik bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga upaya menggerakkan roda ekonomi nasional. Ia berharap program tersebut bisa segera diimplementasikan secara masif di Bali demi kepentingan yang lebih luas bagi Indonesia.