Perbankan

Antisipasi Masuknya Pengungsi Rohingya, Tim Pora Sumbar Tingkatkan Kewaspadaan

×

Antisipasi Masuknya Pengungsi Rohingya, Tim Pora Sumbar Tingkatkan Kewaspadaan

Sebarkan artikel ini
tim-pora-sumbar-tingkatkan-kewaspadaan:-antisipasi-pergerakan-pengungsi-rohingya
Tim Pora Sumbar Tingkatkan Kewaspadaan: Antisipasi Pergerakan Pengungsi Rohingya

Padang – Tim Pengawasan Orang Asing (Pora) Sumatera Barat (Sumbar) meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi masuknya pengungsi Rohingya.

Langkah ini menyusul peningkatan jumlah pengungsi Rohingya di Aceh yang mencapai sekitar 1.600 orang hingga akhir 2023.

“Saat ini, fokus Tim Pora tingkat provinsi tertuju pada pengungsi asing dari Rohingya,” kata Kepala Divisi Imigrasi Kanwil Kemenkumham Sumbar, Novianto Sulastono, dalam rapat koordinasi Tim Pora di Padang.

Penanganan pengungsi didasarkan pada Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2016. Regulasi ini mengatur penemuan, pengamanan, penampungan, pengawasan, hingga kerja sama internasional.

Novianto menegaskan bahwa kabar masuknya pengungsi Rohingya ke Sumbar melalui jalur perairan pada Januari lalu adalah hoaks. “Kami telah berkoordinasi dengan kepolisian dan instansi terkait, dan dapat dipastikan bahwa kabar tersebut tidak benar,” ujarnya.

Pengawasan orang asing membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak. Daher, Kanwil Kemenkumham Sumbar menginisiasi rapat Tim Pora provinsi yang beranggotakan Imigrasi, TNI, Polri, Kejaksaan, Kepabeanan dan Cukai, BIN daerah Sumbar, Kesbangpol, dan unsur pemerintah daerah.

“Saat ini, tercatat sebanyak 499 orang asing yang memegang izin tinggal terbatas, izin tinggal tetap, serta izin kunjungan di wilayah Sumbar,” kata Kepala Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian, Agus Damayanto.

Masyarakat Sumbar diimbau untuk tetap waspada dan melaporkan kepada pihak berwenang jika menemukan hal-hal yang mencurigakan terkait keberadaan orang asing di wilayahnya.

Baca Sumbar Bisnis lebih update via Google News, Klik Disini.

Jasa Keuangan

Bencana alam di Sumatera Barat berdampak pada kinerja Bank Nagari, menyebabkan terganggunya aktivitas ekonomi, penurunan kualitas debitur, dan kendala pengembalian angsuran. Bank Nagari menerapkan sejumlah strategi untuk meminimalisir dampak, termasuk pemberian KUR selektif dan restrukturisasi debitur non-KUR.