Tutup
EkonomiEnergiPerbankan

APBN Aman? Kemenkeu Pantau Lonjakan Harga Minyak Dunia

233
×

APBN Aman? Kemenkeu Pantau Lonjakan Harga Minyak Dunia

Sebarkan artikel ini
kemenkeu:-dampak-lonjakan-harga-minyak-ke-apbn-masih-terkendali
Kemenkeu: Dampak Lonjakan Harga Minyak ke APBN Masih Terkendali

jakarta – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan dampak lonjakan harga minyak dunia terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja negara (APBN) masih terkendali.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu, Deni Surjantoro, menjelaskan bahwa harga minyak mentah Indonesia (ICP) memang mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir.

Namun, secara rata-rata tahun berjalan, harga minyak masih berada di bawah asumsi yang ditetapkan dalam APBN.

“Posisi penutupan 6 Maret, estimasi ICP di level US$89,7 per barel. Rata-rata year to date ICP masih di kisaran US$67 per barel,di bawah yang ditetapkan dalam APBN US$70 per barel,” kata Deni,Sabtu (7/3).

Pemerintah terus memantau perkembangan harga energi global, terutama di tengah ketidakpastian geopolitik yang terjadi saat ini.

Meskipun harga minyak sempat melonjak, Kemenkeu memastikan kondisi fiskal pemerintah masih dalam batas aman.

“Hingga saat ini dampak kenaikan ICP terhadap APBN tetap terkendali dalam batas manageable,” ujarnya.

Sebagai informasi, harga minyak dunia terus mengalami peningkatan dalam beberapa hari terakhir.

Data Oil Price pada Sabtu (7/3) menunjukkan harga minyak mentah Brent naik 8,52 persen menjadi US$92,69 per barel.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat melonjak 12,2 persen hingga mencapai US$90,90 per barel.

Kenaikan harga minyak ini dipicu oleh konflik yang terjadi antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel di Timur tengah.

Ketegangan tersebut memicu gangguan pelayaran di Selat Hormuz, sebuah jalur vital yang dilalui oleh sekitar seperlima pasokan minyak global.

Jika konflik terus berlanjut, sejumlah negara produsen energi memperkirakan harga minyak dapat melonjak lebih tinggi lagi.

menteri Energi Qatar, Saad al-Kaabi, bahkan memperingatkan bahwa perang dapat menghentikan ekspor energi negara-negara Teluk dalam hitungan hari.

“Jika perang ini berlanjut selama beberapa minggu, pertumbuhan PDB di seluruh dunia akan terdampak. Harga energi semua negara akan naik,” kata Saad al-Kaabi, dikutip dari financial Times.

Pemerintah Indonesia sendiri telah melakukan simulasi risiko lonjakan harga minyak terhadap APBN 2026.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, jika harga minyak rata-rata tahunan mencapai US$92 per barel, defisit APBN berpotensi meningkat hingga 3,6-3,7 persen terhadap PDB jika tidak ada penyesuaian kebijakan.

Namun, pemerintah memperkirakan rata-rata harga minyak sepanjang tahun berada di kisaran US$72 per barel, sehingga kondisi fiskal dinilai masih aman.