Bursa Saham

Harga Saham UNVR Masih Tertekan Meski Unilever Sudah Lakukan Buyback

74
×

Harga Saham UNVR Masih Tertekan Meski Unilever Sudah Lakukan Buyback

Sebarkan artikel ini
Grafik pergerakan harga saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) di layar monitor bursa efek
Harga saham UNVR masih tertekan meski perseroan telah merealisasikan buyback saham sebesar Rp285,05 miliar.

JAKARTA – PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mencatatkan realisasi pembelian kembali (buyback) saham senilai Rp 285,05 miliar hingga pertengahan Juli 2026. Angka tersebut baru mencakup 14,25% dari total plafon dana yang disiapkan perseroan sebesar Rp 2 triliun.

Meskipun telah mengalokasikan ratusan miliar rupiah untuk aksi korporasi ini, harga saham UNVR belum menunjukkan pemulihan yang signifikan. Saham emiten barang konsumsi ini masih terjebak di level rendah setelah mengalami tekanan jual yang cukup dalam sepanjang tahun berjalan.

Pada penutupan perdagangan Kamis (16/7/2026), saham UNVR tercatat menguat tipis 0,90% ke level Rp 1.685 per lembar. Namun, jika dihitung sejak awal tahun (year to date), harga saham perusahaan telah terkoreksi sebesar 35,69%.

Berdasarkan data keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, dana Rp 285,05 miliar tersebut digunakan untuk menyerap 168.766.700 lembar saham. Seluruh saham yang dibeli kembali kini berstatus sebagai saham tresuri atau treasury stock.

Direktur Unilever Indonesia, Neeraj Lal, mengonfirmasi bahwa realisasi tersebut merupakan bagian dari rencana aksi korporasi yang dilakukan secara bertahap. Perseroan menegaskan bahwa pendanaan berasal dari kas internal tanpa melibatkan pinjaman eksternal.

Catatan transaksi menunjukkan harga rata-rata buyback berada di angka Rp 1.689,02 per saham. Mengingat harga pasar saat ini berada di kisaran Rp 1.685, efek buyback terhadap penguatan harga saham di pasar sekunder masih belum terlihat nyata.

Manajemen menegaskan bahwa program buyback tidak akan mengganggu kondisi keuangan maupun operasional perusahaan. Likuiditas dan arus kas perseroan dinilai masih cukup kuat untuk mendukung seluruh kegiatan bisnis utama.

Meski menyandang predikat saham blue chip, UNVR dalam beberapa waktu terakhir menghadapi tantangan berat untuk mengembalikan kepercayaan investor. Pasar saat ini masih menanti katalis fundamental yang lebih kuat untuk mendorong kembali valuasi harga saham perusahaan.

Aksi buyback sering kali diposisikan sebagai sinyal optimisme manajemen terhadap prospek jangka panjang perusahaan. Namun, investor tampaknya masih bersikap hati-hati dan membutuhkan bukti performa operasional yang lebih solid untuk kembali mengakumulasi saham ini.

Di tengah pasar yang dinamis, saham blue chip memang kerap menjadi pilihan bagi manajer investasi dan dana lindung nilai. Namun, kinerja harga yang stagnan sering memicu perdebatan mengenai efektivitas strategi buyback di tengah kondisi pasar yang sedang tertekan.

Hingga saat ini, masih terdapat sisa dana sebesar lebih dari Rp 1,7 triliun dari total anggaran yang disiapkan untuk buyback. Publik dan pelaku pasar kini memantau bagaimana perseroan akan menggunakan sisa dana tersebut dalam periode mendatang.