Regulasi

IHSG Melemah, Ekonom Indef Minta Pemerintah Pulihkan Kepercayaan Pasar

132
×

IHSG Melemah, Ekonom Indef Minta Pemerintah Pulihkan Kepercayaan Pasar

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Pasar modal Indonesia tengah menghadapi tekanan hebat yang memicu kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi nasional. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dilaporkan merosot tajam dari level 9.200 ke 5.900, mendekati ambang batas krisis keuangan global tahun 2008.

Penurunan drastis ini turut menyeret harga saham perbankan besar, termasuk PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Fenomena tersebut dipicu oleh aksi jual besar-besaran investor asing akibat menurunnya kepercayaan terhadap prospek ekonomi dan kebijakan pemerintah.

Ekonom Senior Indef, Didik J. Rachbini, mendesak pemerintah untuk segera menunjukkan *sense of crisis* atau kepekaan terhadap situasi darurat ini. Menurutnya, pemerintah tidak boleh menganggap enteng kondisi pasar yang belum stabil meski Bank Indonesia telah melakukan intervensi.

“Ekonomi bukan sekadar angka pertumbuhan di atas kertas. Saat ini, kepercayaan investor sedang runtuh,” tegas Didik, Sabtu (6/6/2026).

Didik menyoroti pentingnya kepastian hukum, konsistensi kebijakan, dan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang bijak. Ia memperingatkan bahwa jika belanja negara terus membengkak untuk membiayai program baru tanpa evaluasi yang ketat, arus modal asing akan terus keluar dan menekan nilai tukar rupiah.

Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menepis kekhawatiran tersebut. Ia menilai pelemahan IHSG dan rupiah saat ini lebih didorong oleh sentimen negatif yang tidak mencerminkan fundamental ekonomi Indonesia yang sebenarnya.

“Kondisi fundamental kita masih terjaga. APBN kita bagus dan aktivitas ekonomi di berbagai daerah tetap tumbuh positif,” ujar Purbaya.

Purbaya mengakui adanya persepsi negatif yang berkembang di pasar, sehingga pemerintah bersama Bank Indonesia berkomitmen mempererat koordinasi untuk memulihkan kepercayaan investor.

Sebagai bukti ketahanan fiskal, Menkeu memaparkan realisasi belanja negara hingga Mei 2026 telah mencapai Rp 1.365,4 triliun atau 35,5 persen dari target APBN 2026. Angka ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 34,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Realisasi tersebut mencakup belanja pemerintah pusat sebesar Rp 1.059,3 triliun yang tumbuh signifikan sebesar 52,6 persen secara tahunan. Pemerintah pun menegaskan akan terus mempercepat penyerapan anggaran guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

Regulasi

Jakarta, IDN Times – Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan di tengah masih tingginya ketidakpastian global dan penyesuaian portofolio investor. Catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), IHSG sejak awal tahun hingga Mei 2026 telah terkoreksi 29,14 persen (year to date/ytd). Sementara IHSG pada Mei 2026 ditutup pada level 6.127,38….

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Tekanan semakin tinggi menerpa pasar modal Indonesia pada pekan pertama bulan Juni 2026 ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat kembali anjlok 4,19% atau terpangkas 245 poin ke level 5.594,76 pada penutupan perdagangan Jumat (5/6/2026). Akumulasi penurunan IHSG sepekan terakhir mencapai 8,73% seperti dikutip dari data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI. Baca Juga: Intip SumbarSumbarbisnis.com Buy Terbesar Asing Saat IHSG…