Tutup
EkonomiKonsumenPerbankan

KPPU Temukan Minyakita Dijual Melebihi HET di Medan

272
×

KPPU Temukan Minyakita Dijual Melebihi HET di Medan

Sebarkan artikel ini
kppu-temukan-harga-minyakita-tembus-rp18-ribu-per-liter-di-medan
KPPU Temukan Harga Minyakita Tembus Rp18 Ribu per Liter di Medan

Medan – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menemukan fakta mengejutkan di pasar tradisional Kota Medan. Minyak goreng bersubsidi, Minyakita, masih dijual di atas harga Eceran Tertinggi (HET) selama bulan Ramadan.

Kepala Kantor Wilayah I KPPU, Ridho Pamungkas, mengungkapkan hal ini usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Petisah dan Pasar Sei Sikambing, Selasa (10/3).

“Untuk komoditas minyak goreng bersubsidi Minyakita, tim menemukan harga di pasar masih belum sepenuhnya sesuai dengan HET,” ujarnya.

Ridho menjelaskan, pedagang yang mendapat pasokan langsung dari Bulog menjual Minyakita di kisaran Rp15.700 hingga Rp16.000 per liter. Harga ini mendekati HET yang ditetapkan.

Namun, kondisi berbeda ditemukan pada pedagang yang tidak memperoleh pasokan dari Bulog. Mereka menjual Minyakita dengan harga lebih tinggi, yakni sekitar Rp17.000 hingga Rp18.000 per liter.

Selain minyak goreng, KPPU juga memantau harga komoditas lain. Harga daging ayam ras tercatat berada di kisaran Rp43.000 hingga Rp45.000 per kilogram. Angka ini masih di atas harga acuan pemerintah, yaitu sekitar Rp40.000 per kilogram.

“Meski demikian, harga ayam disebut mengalami penurunan dibandingkan beberapa waktu sebelumnya,” kata Ridho.

Penurunan ini diduga terkait dengan menurunnya permintaan dari programme Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan. Konsumsi makanan pada siang hari oleh anak sekolah yang berpuasa juga berkurang.Kabar baiknya, beberapa komoditas hortikultura justru mengalami penurunan harga. Cabai merah dijual sekitar Rp24.000 hingga Rp28.000 per kilogram, sementara cabai rawit Rp28.000 hingga Rp30.000 per kilogram.

“Untuk bawang merah berkisar Rp28.000 hingga Rp36.000 per kilogram, sedangkan bawang putih berada di kisaran Rp30.000 hingga Rp37.000 per kilogram,” jelas Ridho.

Menurutnya,penurunan harga ini dipengaruhi oleh pasokan yang relatif mencukupi di pasar serta pola konsumsi masyarakat selama Ramadan yang cenderung stabil.

“Secara umum ketersediaan bahan pokok di pasar tradisional masih aman dan harga relatif terkendali,” tegasnya.

KPPU tetap memberikan perhatian pada komoditas yang masih berada di atas harga acuan, termasuk ayam dan minyak goreng. Ridho mengingatkan pelaku usaha agar mematuhi ketentuan harga yang telah ditetapkan pemerintah.

“Stabilitas harga penting untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama selama bulan Ramadan,” imbuhnya.

Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Satgas Pangan untuk memastikan distribusi bahan pokok tetap lancar serta mencegah praktik persaingan usaha tidak sehat.

Sementara itu, Pelaksana Harian Kepala Disperindag ESDM Sumatera Utara, Yosi, mengatakan pemerintah provinsi juga membuka Gerakan Pangan Murah (GPM). Tujuannya, membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga lebih terjangkau.

“Dalam program tersebut, Disperindag bekerja sama dengan produsen untuk menyediakan ayam beku dengan harga Rp40.000 per kilogram,” kata Yosi.

Pemerintah juga menggandeng Bank Indonesia dalam promosi pembayaran digital. Konsumen yang membeli ayam satu kilogram menggunakan QRIS akan mendapatkan bonus 10 butir telur.

Di sisi lain, Panit Subindag Satgas Pangan Polda Sumut, EP Barus, memastikan akan terus memantau distribusi bahan pokok menjelang Lebaran. dia mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan.

“Dari hasil sidak, kondisi stok dan harga masih relatif aman,” sebutnya.

Barus menambahkan, kenaikan harga yang signifikan biasanya baru terjadi sekitar H-3 Lebaran.