Tutup
News

Negosiasi Buntu, Iran Soroti Krisis Kepercayaan dalam Perundingan dengan AS

150
×

Negosiasi Buntu, Iran Soroti Krisis Kepercayaan dalam Perundingan dengan AS

Sebarkan artikel ini

ISLAMABAD – Perundingan tingkat tinggi antara Amerika Serikat dan Iran yang digelar di Pakistan pada Sabtu (11/4) berakhir tanpa membuahkan kesepakatan. Pertemuan selama 14 jam tersebut belum mampu meredakan ketegangan mendalam yang menyelimuti hubungan kedua negara pasca-konflik selama 40 hari terakhir.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menyatakan bahwa hasil tersebut merupakan hal yang wajar. Menurutnya, mustahil mencapai kesepakatan instan di tengah krisis kepercayaan yang akut antara kedua pihak.

“Wajar jika tidak ada kesepakatan yang tercapai dalam satu pertemuan. Bagaimanapun, tidak ada yang memiliki ekspektasi seperti itu,” ujar Baqaei. Ia menambahkan bahwa pembahasan menjadi semakin kompleks karena menyangkut isu strategis seperti Selat Hormuz dan dinamika kawasan yang lebih luas.

Senada dengan hal tersebut, seorang pejabat Pakistan yang mengikuti jalannya negosiasi mengungkapkan adanya atmosfer yang tidak menentu. Ketegangan sempat mewarnai diskusi sepanjang pertemuan tersebut.

Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, mengonfirmasi kebuntuan negosiasi ini dalam konferensi pers di Islamabad, Minggu (12/4). Ia mengungkapkan bahwa Iran menolak persyaratan yang diajukan oleh pihak Washington.

Vance menekankan bahwa salah satu agenda utama yang diamanatkan Presiden Donald Trump adalah memastikan Iran memberikan komitmen jangka panjang untuk menghentikan pengembangan senjata nuklir. Namun, dalam pembicaraan tersebut, ia menilai Iran belum menunjukkan keseriusan terkait komitmen tersebut.

“Kabar buruknya adalah kita belum mencapai kesepakatan,” tegas Vance.

Meskipun pembicaraan tingkat tinggi ini merupakan yang pertama sejak Revolusi 1979, hasilnya masih jauh dari harapan. Pihak Iran menyatakan bahwa perundingan secara formal telah selesai untuk tahap ini, namun proses akan terus berlanjut melalui pertukaran dokumen antar pakar teknis dari kedua negara. Teheran menegaskan bahwa dialog diplomatik belum berakhir dan akan kembali dilakukan di masa mendatang.