JAKARTA – Tren teknologi blockchain kian merambah sektor hiburan dan olahraga, salah satunya melalui kehadiran platform *outcomes market*. Inovasi ini memungkinkan pengguna untuk memprediksi hasil dari sebuah peristiwa dan meraih imbalan jika tebakan mereka akurat.
Memanfaatkan momentum Piala Dunia 2026, platform perdagangan kripto global, OKX, meluncurkan fitur bertajuk “The Beautiful Game”. Melalui program ini, pengguna dapat berpartisipasi dalam lebih dari 190 pilihan pasar prediksi dengan total hadiah yang ditawarkan mencapai 20 Bitcoin.
Peluncuran fitur tersebut dibarengi dengan hasil survei OKX terhadap pengguna kripto di enam negara peserta Piala Dunia. Data tersebut menunjukkan bahwa 73 persen responden meyakini kripto akan menjadi bagian integral dalam masa depan keterlibatan penggemar sepak bola. Antusiasme ini bahkan lebih tinggi pada kelompok usia 18 hingga 29 tahun yang mencapai 79 persen.
Optimisme global tersebut selaras dengan perkembangan pasar aset digital di Indonesia yang terus menunjukkan tren positif meski di tengah volatilitas ekonomi dunia. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah akun konsumen aset kripto di dalam negeri tercatat mencapai 21,7 juta per April 2026, meningkat 1,57 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Nilai transaksi aset kripto di Indonesia pada periode yang sama pun tercatat menyentuh angka Rp22,98 triliun. Saat ini, ekosistem kripto nasional dinilai semakin kokoh seiring dengan beroperasinya dua bursa kripto, lembaga kliring, kustodian, serta dukungan dari 26 pedagang aset kripto yang telah mengantongi izin resmi.
Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, menilai bahwa aset kripto tetap diminati investor karena adanya inovasi teknologi dan diversifikasi produk yang terus berkembang, meski ada tantangan berupa ketidakpastian global dan tekanan geopolitik.
Di sisi lain, OJK terus mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati dalam berinvestasi. Adi menekankan pentingnya bagi investor untuk memahami karakteristik instrumen kripto, memastikan legalitas platform yang digunakan, serta menghindari keputusan investasi yang hanya didorong oleh tren atau *fear of missing out* (FOMO).







