PendidikanTeknologi

Pemerintah Dorong Talenta Lokal Ciptakan Inovasi Berbasis Kecerdasan Buatan

40
×

Pemerintah Dorong Talenta Lokal Ciptakan Inovasi Berbasis Kecerdasan Buatan

Sebarkan artikel ini
indonesia-jangan-hanya-jadi-pengguna-ai
Indonesia Jangan Hanya Jadi Pengguna AI

Jakarta – Pemerintah menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh sekadar menjadi pasar bagi teknologi kecerdasan buatan (AI) asing. Kemampuan menciptakan inovasi mandiri dinilai menjadi syarat mutlak untuk memenangkan persaingan global di masa depan.

Optimisme tersebut mengemuka dalam gelaran Festival AI Nusantara, yang berhasil mengumpulkan ratusan talenta digital dari berbagai penjuru daerah. Ajang ini menjadi katalisator percepatan pemanfaatan teknologi di sektor pendidikan, pelaku UMKM, hingga industri kreatif.

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menekankan bahwa posisi manusia tetap menjadi penggerak utama dalam ekosistem teknologi. Menurutnya, AI semestinya diposisikan sebagai instrumen pendukung agar manusia dapat lebih maksimal dalam berkreasi dan berinovasi.

“Manusia tetap menjadi penggerak utama. Sementara AI adalah alat yang mendukung kemampuan manusia untuk berkreasi, berinovasi, dan berkarya,” tegas Riefky, Minggu (21/6/2026).

Pemerintah kini fokus menyiapkan talenta digital yang berkualitas di tengah masifnya transformasi digital. Komitmen tersebut diwujudkan dengan memastikan akses pendidikan yang memadai agar masyarakat tidak hanya menjadi pengguna, tetapi mampu bertransformasi menjadi pencipta inovasi.

Di sisi lain, tantangan pemerataan akses teknologi masih menjadi pekerjaan rumah yang cukup besar. Kesenjangan ini dikhawatirkan dapat menghambat potensi talenta dari daerah, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Direktur PT Fokus Target Solusi, Fima Rosyidah, menyatakan bahwa teknologi AI harus bersifat inklusif agar dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Ia mendorong agar setiap pihak, mulai dari pelajar hingga pelaku usaha kecil, mendapatkan kesempatan yang sama dalam memanfaatkan inovasi tersebut.

Fima menilai penerapan teknologi yang ideal adalah menjadikan manusia sebagai pengendali utama, sementara AI berperan sebagai pendamping. Pola ini diyakini mampu mendongkrak produktivitas tanpa harus menggeser peran vital manusia dalam proses kreatif.