News

Pemprov Sumbar Pacu Akselerasi Pembangunan Infrastruktur di Solok Selatan

119
×

Pemprov Sumbar Pacu Akselerasi Pembangunan Infrastruktur di Solok Selatan

Sebarkan artikel ini
terima-audiensi-bupati-solsel,-sekda-sumbar-tegaskan-komitmen-percepatan-infrastruktur-dan-sinkronisasi-pembangunan-2027
Terima Audiensi Bupati Solsel, Sekda Sumbar Tegaskan Komitmen Percepatan Infrastruktur dan Sinkronisasi Pembangunan 2027

PADANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus mengintensifkan kolaborasi dengan pemerintah kabupaten dan kota guna mendorong pemerataan pembangunan serta percepatan ekonomi daerah. Penegasan ini disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, saat menerima kunjungan kerja Bupati Solok Selatan, Khairunas, di Padang, Selasa (9/6/2026).

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membedah sejumlah usulan pembangunan infrastruktur strategis di Solok Selatan yang menjadi tanggung jawab provinsi. Arry menjelaskan, Pemprov Sumbar tengah merancang skema akselerasi pembangunan tahun 2027 melalui harmonisasi program agar eksekusinya lebih tepat sasaran.

“Sesuai fungsi kami, pemerintah provinsi hadir untuk memfasilitasi kebutuhan kabupaten dan kota. Setiap usulan akan kami sesuaikan dengan skala prioritas dan ketersediaan anggaran daerah,” ujar Arry.

Saat ini, Pemprov Sumbar masih memprioritaskan pemulihan dampak bencana hidrometeorologi yang melanda akhir 2025 lalu. Berdasarkan data Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P), total kerugian ditaksir mencapai Rp33,55 triliun dengan kebutuhan dana pemulihan mendesak sebesar Rp21,44 triliun.

Untuk meringankan beban pemulihan tersebut, pemerintah pusat telah berkomitmen mengucurkan dana sebesar Rp18 triliun secara bertahap hingga 2028. Khusus bagi Kabupaten Solok Selatan, daerah tersebut menerima tambahan dukungan melalui penyesuaian Transfer ke Daerah (TKD) 2026 sebesar Rp80,9 miliar.

Selain dukungan pusat, Pemprov Sumbar tahun ini telah mengalokasikan anggaran Rp7,4 miliar untuk Solok Selatan. Dana tersebut disalurkan ke berbagai dinas teknis, termasuk sektor pendidikan, bina marga, serta pengelolaan sumber daya air.

Salah satu fokus utama saat ini adalah pembangunan ruas Jalan Abai-Sangir-Sungai Dareh dengan kucuran dana awal Rp4,3 miliar. Arry menegaskan, pembangunan akses tersebut merupakan wujud nyata pemerintah dalam membuka keterisolasian wilayah sekaligus meningkatkan konektivitas antardaerah.

Tak hanya infrastruktur jalan, sebanyak Rp2,9 miliar telah digelontorkan untuk rehabilitasi jaringan irigasi, seperti Irigasi Bandar Bangko dan Sawah Padang. Langkah ini diambil untuk menjaga produktivitas sektor pertanian masyarakat setempat.

Menatap tahun 2027, Arry menambahkan bahwa pemprov mengusung misi akselerasi transformasi ekonomi, inklusi sosial, serta ketahanan pangan. Strategi ini mencakup penguatan UMKM, ekonomi kreatif, pemberdayaan kelompok rentan, hingga pengembangan sektor pariwisata berkelanjutan.

Bupati Solok Selatan, Khairunas, menyambut antusias komitmen tersebut dan berharap pembangunan jalan strategis tetap menjadi prioritas utama. Ia juga mendorong pemprov agar terus memperjuangkan pendanaan tambahan dari pusat, termasuk melalui skema Inpres Jalan Daerah.

“Kami berharap pembangunan jalan ini tetap menjadi prioritas ke depan karena perannya sangat krusial dalam mendongkrak ekonomi masyarakat,” pungkas Khairunas.