Ekonomi

Purbaya: Lokasi PFII Belum Final, Pemerintah Siapkan Aturan PP

19
×

Purbaya: Lokasi PFII Belum Final, Pemerintah Siapkan Aturan PP

Sebarkan artikel ini
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan terkait perkembangan rencana pembangunan Pusat Finansial Internasional Indonesia.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan lokasi pembangunan Pusat Finansial Internasional Indonesia masih dalam tahap kajian.

JAKARTA – Pemerintah Indonesia hingga saat ini masih melakukan kajian mendalam terkait penetapan lokasi pembangunan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII). Meski sejumlah opsi lahan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sedang ditinjau, belum ada keputusan final mengenai wilayah yang akan dijadikan pusat aktivitas keuangan tersebut.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa pihaknya belum dapat memastikan lokasi spesifik untuk PFII. Ia menyebut penentuan lokasi masih bergantung pada usulan yang masuk serta regulasi turunan berupa Peraturan Pemerintah (PP) yang akan disusun nantinya.

Purbaya menegaskan, pemerintah masih terbuka terhadap berbagai usulan lokasi. Hingga saat ini, pihak Danantara telah melakukan survei awal terhadap beberapa titik potensial, namun usulan tersebut belum bersifat final atau mengikat.

Terkait status kawasan, Purbaya menjelaskan bahwa kawasan ekonomi khusus (KEK) bukan menjadi pilihan instan bagi PFII. Jika pemerintah nantinya memutuskan untuk menggunakan lahan yang berada di dalam area KEK, maka status hukum kawasan tersebut harus disesuaikan terlebih dahulu agar memenuhi kriteria pusat finansial.

Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa Pulau Bali menjadi salah satu kandidat kuat lokasi PFII. Pemerintah telah meninjau sejumlah lahan milik BUMN di Bali, termasuk area di Bali Barat dan kawasan yang berdekatan dengan fasilitas bandara.

Airlangga menilai Bali memiliki keunggulan strategis karena telah memiliki infrastruktur pendukung, seperti KEK Kesehatan. Keberadaan fasilitas kesehatan yang mumpuni menjadi aspek krusial untuk menarik minat manajer investasi serta investor internasional agar merasa aman dan nyaman saat beroperasi di Indonesia.

Kajian pemerintah saat ini memfokuskan pada dua indikator utama, yakni ketersediaan luas lahan serta kesesuaian lokasi dengan kebutuhan operasional industri keuangan global. Aspek kenyamanan bagi para pelaku industri menjadi prioritas dalam pemilihan lokasi tersebut.

Pemerintah juga memberikan sinyal bahwa lokasi PFII tidak harus berada di dalam KEK. Meski demikian, jika kawasan yang dipilih nantinya membutuhkan insentif dan regulasi khusus untuk mendukung aktivitas finansial, pemerintah tidak menutup kemungkinan untuk menetapkan wilayah tersebut sebagai KEK.

Di luar isu finansial, perkembangan terkini di sektor lain juga menunjukkan dinamika yang beragam. Di dunia olahraga, bola resmi “Trionda Final” telah diperkenalkan oleh Adidas untuk digunakan pada babak semifinal dan final Piala Dunia 2026. Bola ini akan mulai digunakan pada fase krusial turnamen tersebut di wilayah New York New Jersey.

Sementara itu, dalam ajang Wimbledon, petenis Karolina Muchova berhasil melaju ke babak final setelah mengalahkan Coco Gauff dalam pertandingan tiga set yang sengit. Prestasi Muchova ini sekaligus menghentikan langkah Gauff dalam upayanya meraih gelar juara Wimbledon untuk pertama kalinya.

Di industri hiburan, drama Korea berjudul “Spooky in Love” yang merupakan daur ulang dari film “Spellbound” tengah menjadi sorotan. Para pemeran utama, yakni Park Eun Bin, Yang Se Jong, dan Ong Seong Wu, baru saja membagikan pengalaman mereka terkait proses syuting dan chemistry yang terbangun di lokasi produksi jelang penayangan perdana.