Sukses Membuka Usaha Kuliner, Ini Strategi yang Diterapkan Japan

  • Whatsapp
Foto: Instagram @japan.pdg

PADANGJapan yang merupakan singkatan dari Jajanan Padang kini sukses dan sudah mendapatkan banyak pelanggan dari media promosi Instagram.

Instagram Japan (@japan.pdg) sejak berita ini diterbitkan telah memiliki follower 13,3 ribuan. Jumlah follower yang banyak ini tentu tidak semudah ini didapatkan oleh Japan.

Bacaan Lainnya

Japan dimotori oleh dua orang sahabat, yakni Muhammad Hafid Amran dan Septianas Yunior.

Kedua sahabat ini bercerita strategi awal saat membangun Japan ini  yakni dengan endorsmen dan relasi pertemanan yang ikut membantu mempromosikan.

Di sisi lain, kedua owner juga setuju kalau promosi yang paling efektif itu dari mulut ke mulut.”Cara promosi ini masih kami pakai sampai sekarang, karena sangat efektif,” ucap Septian ketika ditemui oleh tim sumbarbisnis pada Rabu,19 Januari 2021.

Untuk menarik pelanggan pada awalnya Japan sangat jorjoran memperkenalkan dirinya pada masyarakat Padang, Hal ini perlu untuk menyadari masyarakat padang tentang keberadaan Japan dan baru setelah itu Japan mengedukasi menu di Japan dan ciri khas Japan kepada pelanggannya.

Japan sendiri memilih konsep one stop shopping, maksudnya ketika kostumer ingin berbelanja di japan itu sudah lengkap semua kategori makanan, mulai dari makanan berat, dissert, cemilan, minuman, pudding, cake, donat, dan juga seafood.

Konsep ini beranjak dari keresahan sendiri yang terkadang malas berbelanja keluar dan ingin mengorder makanan, namun susah mencari toko yang bisa menyediakan semua jenis makanan dan cocok dengan selera. Dan terkadang harus memesan makanan dan minuman di dua toko berbeda. Mangka dari itu Japan ingin kostomernya hanya berbelanja di japan namun bisa dapat semua dan dapat menghemat ongkir untuk mengorder di tempat lain

Salah satu strategi japan dalam memperkenalkan makanannya adalah dengan menyesuaikan lidahnya dengan pasar, tidak meniru langsung rasa yang asli untuk dijual disini. Sehingga japan selalu menyebutkan menu yang bersalah dari luar daerah dengan nama “ala japan”.

”Namun Alhamdulillahnya karena sering mengedukasi pelanggannya sehingga mereka paham kalau japan mengeluarkan menu pasti dengan ‘ala Japan’ nya.” Jelas Hafid.

Pos terkait