Tutup
BisnisEkonomiEnergiInvestasiPerbankan

Pertamina Kantongi Rp34 Triliun, Laba Kuartal III Melesat

256
×

Pertamina Kantongi Rp34 Triliun, Laba Kuartal III Melesat

Sebarkan artikel ini
pertamina-catat-laba-rp34-t-di-kuartal-iii-2025
Pertamina Catat Laba Rp34 T di Kuartal III 2025

Jakarta – PT Pertamina (Persero) berhasil mencatatkan laba positif sebesar US$2,05 miliar pada kuartal III 2025.

Laba ini setara dengan Rp34 triliun, dengan asumsi kurs Rp16.610 per dolar AS.

Direktur Keuangan Pertamina, Emma Sri Martini, menyatakan perolehan laba ini diraih di tengah tekanan eksternal yang berat.

Tekanan tersebut meliputi penurunan harga minyak mentah global, melemahnya crack spread, hingga depresiasi nilai tukar rupiah.

“Hingga Q3 2025, Pertamina masih mampu membukukan pendapatan yang solid dengan laba positif mencapai US$2,05 miliar,” ujar Emma dalam Earnings Call 3Q25 kepada para investor, Selasa (25/11).

Secara rinci, Pertamina mencatat pendapatan sebesar US$53,38 miliar dan EBITDA sebesar US$8,2 miliar hingga September 2025.

Pencapaian ini ditopang oleh kinerja operasional yang tangguh di setiap lini bisnis perusahaan.

Emma menambahkan, catatan positif ini juga didorong oleh implementasi program cost optimization yang berkesinambungan di seluruh lini bisnis.

Pertamina mencatatkan efisiensi dan tambahan pendapatan senilai US$624 juta sepanjang 2025.

Kinerja keuangan yang solid ini, menurut Emma, mampu menjaga profil permodalan dan arus kas perusahaan pada level yang sehat.

Dengan demikian, rasio-rasio kredit Pertamina tetap berada pada level investment grade dengan outlook stable dari tiga lembaga pemeringkat dunia, yaitu Moody’s, S&P, maupun Fitch.

“Kolaborasi dengan pemegang saham memberikan fondasi yang lebih kuat bagi pengelolaan modal Pertamina,” jelasnya.

Dukungan pemerintah juga turut berperan melalui penyelesaian kompensasi selisih harga BBM.

Seluruh kompensasi tahun 2024 telah dilunasi hingga Juni 2025, sedangkan pembayaran kompensasi tahun 2025 mulai direalisasikan.

“Pada Oktober 2025, Pertamina telah menerima pembayaran kompensasi untuk kuartal I 2025. Kami mengapresiasi dukungan Kementerian Keuangan, kementerian ESDM, Kementerian BUMN, serta Danantara,” kata Emma.

Sementara itu, Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, menyampaikan perkembangan rencana integrasi bisnis hilir.

Integrasi Subholding Commercial & Trading, Refinery & Petrochemical, serta Integrated Marine Logistics dirancang untuk meningkatkan efisiensi end-to-end bisnis hilir.

Selain itu, integrasi ini juga bertujuan mempercepat pengambilan keputusan, dan memperkuat daya saing produk.

“Kami yakin integrasi ini juga akan memperkokoh rantai pasok energi nasional,” kata Agung.

“Seluruh tahapan masih menunggu persetujuan para pemangku kepentingan. Kami memastikan proses berjalan dengan hati-hati dan sesuai prinsip tata kelola,” pungkasnya.