Tutup
Regulasi

Ekonom Analisis Peluang Indonesia Mewujudkan Ambisi Menjadi Rising Giant

183
×

Ekonom Analisis Peluang Indonesia Mewujudkan Ambisi Menjadi Rising Giant

Sebarkan artikel ini

MAGELANG – Presiden Prabowo Subianto menegaskan optimismenya bahwa Indonesia akan segera bertransformasi menjadi kekuatan besar dunia atau *rising giant*. Keyakinan tersebut disampaikan saat meresmikan fasilitas perakitan kendaraan komersial listrik PT VKTR Sakti Industries di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026).

Presiden menilai kekayaan sumber daya alam yang melimpah menjadi modal utama Indonesia untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi global. Menurutnya, kemandirian di sektor pangan dan energi adalah kunci mutlak bagi bangsa untuk bertahan dan berkembang.

“Kita harus waspada, namun tetap optimistis. Kita memiliki sumber daya yang sangat kuat dan banyak. Tahun depan, kita akan memberikan kejutan bagi dunia. Indonesia sedang bangkit; raksasa ini mulai terbangun dari tidurnya,” ujar Presiden dalam keterangan resmi Sekretariat Presiden, Sabtu (11/4/2026).

Menanggapi pernyataan tersebut, Ekonom sekaligus Dosen Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat, menyoroti bahwa kekayaan alam hanyalah modal, bukan tujuan akhir. Menurutnya, potensi besar tersebut akan sia-sia jika Indonesia tetap terjebak sebagai eksportir komoditas mentah.

“Jika hanya menjual produk mentah atau setengah jadi, Indonesia akan tetap terjebak di posisi lama sebagai pemasok bahan baku,” jelas Achmad, Jumat (10/4/2026).

Data menunjukkan basis modal Indonesia sangat masif, di antaranya cadangan bijih nikel mencapai 5,9 miliar ton, bauksit 2,86 miliar ton, serta potensi batu bara dan panas bumi yang melimpah. Achmad mengakui kebijakan hilirisasi yang berjalan beberapa tahun terakhir mulai menunjukkan dampak positif, meski masih terbatas pada tahap awal pengolahan.

Ia menekankan bahwa tantangan terbesar Indonesia bukan terletak pada kurangnya sumber daya, melainkan pada kualitas pemanfaatannya. Selain itu, transisi ekonomi dinilai masih terlalu bergantung pada komoditas konvensional, sementara potensi energi bersih seperti panas bumi belum digarap secara maksimal.

Achmad menegaskan bahwa kedaulatan industri adalah parameter utama yang akan menentukan keberhasilan Indonesia. Kekuatan bangsa tidak hanya diukur dari apa yang ada di dalam perut bumi, tetapi dari kemampuan mengolah sumber daya tersebut menjadi produk bernilai tambah tinggi.

“Jika berhasil, Indonesia akan keluar dari jebakan eksportir komoditas dan menjadi kekuatan yang disegani. Sebaliknya, jika gagal, kita hanya akan tetap menjadi gudang raksasa yang dikunjungi pembeli, namun tidak pernah menjadi pemilik masa depan kita sendiri,” pungkasnya.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Harga emas spot sempat terkoreksi. Namun, investor perlu mempertimbangkan karakteristik masing-masing produk sebelum berinvestasi, baik emas batangan maupun emas digital. Berdasarkan data Trading Economics pada Senin (1/6) pukul 11.50 WIB, harga emas spot berada di level US$ 4.511 per ons troi. Posisi tersebut turun 1,15% dalam sepekan dan terkoreksi 0,15% dibandingkan satu bulan sebelumnya. Di pasar domestik, harga emas…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) memutuskan pembagian dividen tunai sebesar Rp 936,26 miliar atau Rp 20 per saham untuk tahun buku 2025. Nilai dividen per saham ini menjadi yang terendah dalam lima tahun terakhir, meski KLBF mencatatkan pertumbuhan laba bersih 13,09% secara tahunan (YoY) menjadi Rp3,66 triliun. Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia Abdul Azis Setyo Wibowo menilai, kebijakan dividen tersebut masih…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Harga emas dunia masih bertahan di level tinggi meski mengalami koreksi dalam sepekan terakhir. Prospek pelonggaran kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) serta kuatnya permintaan investasi dinilai masih menjadi penopang utama pergerakan logam mulia. Berdasarkan Trading Economics pada Senin (1/6/2026) pukul 07.40 WIB, harga emas spot berada di level US$ 4.535 per ons troi. Harga tersebut turun 0,62% dalam sepekan, tetapi…