Perbankan

Strategi BNI Jaga Pertumbuhan Kredit di Tengah Kenaikan Suku Bunga BI

151
×

Strategi BNI Jaga Pertumbuhan Kredit di Tengah Kenaikan Suku Bunga BI

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menyatakan komitmennya untuk tetap menjalankan fungsi intermediasi dan menyalurkan kredit ke sektor riil, meskipun Bank Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50%. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tantangan global yang dinamis.

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menegaskan bahwa kenaikan suku bunga acuan merupakan langkah mitigasi yang krusial untuk menjaga stabilitas makroekonomi domestik. Kebijakan ini dinilai perlu dilakukan guna merespons ketidakpastian kondisi ekonomi global yang masih berlangsung serta memperkuat kepercayaan investor terhadap prospek pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Menurut pihak manajemen, stabilitas ekonomi nasional menjadi fondasi utama bagi keberlanjutan pertumbuhan sektor rill maupun industri perbankan secara keseluruhan. Dengan kondisi pasar yang lebih terkendali, perbankan nasional memiliki ruang yang lebih terukur untuk tetap menyalurkan pembiayaan secara prudent atau penuh kehati-hatian, namun tetap berkelanjutan untuk mendukung kebutuhan modal kerja maupun ekspansi pelaku usaha.

Kendati demikian, BNI tetap melakukan pemantauan ketat terhadap potensi dampak kenaikan suku bunga terhadap permintaan kredit. Fokus utama pengawasan tertuju pada sektor-sektor usaha yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap perubahan biaya dana (cost of fund). Sebagai bentuk respons, bank akan terus melakukan penyesuaian strategi bisnis secara berkala agar tetap selaras dengan perkembangan kondisi makroekonomi serta arah kebijakan moneter yang ditetapkan oleh otoritas terkait.

Di tengah dinamika peningkatan suku bunga, BNI memilih untuk mengakselerasi transformasi digital sebagai instrumen utama dalam meningkatkan efisiensi layanan dan proses bisnis. Inisiatif ini mencakup pengembangan layanan perbankan digital, peningkatan kualitas pengalaman nasabah, hingga optimalisasi proses kredit agar menjadi lebih cepat, efektif, dan efisien.

Selain aspek digitalisasi, bank pelat merah ini turut memperkuat penerapan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) dan manajemen risiko yang lebih komprehensif. Langkah ini diambil untuk memastikan kualitas aset tetap terjaga serta meningkatkan ketahanan bisnis di tengah tekanan ekonomi. Pihak bank secara konsisten memantau portofolio kredit, profil risiko, posisi likuiditas, serta perkembangan indikator ekonomi makro sebagai bagian dari strategi mitigasi risiko yang proaktif.

Manajemen BNI meyakini bahwa dengan dukungan posisi permodalan yang kuat serta likuiditas yang memadai, perseroan mampu mempertahankan kinerja bisnis yang berkelanjutan. Fokus utama tetap pada pemberian layanan prima kepada nasabah, sembari memastikan pertumbuhan bisnis tetap sehat dan selaras dengan target pembangunan ekonomi nasional. Ke depan, BNI berkomitmen untuk terus bersikap adaptif dalam merespons setiap perubahan kebijakan moneter guna menjaga performa perusahaan di tengah tantangan pasar yang kompetitif.

Perbankan

Jakarta, IDN Times – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencermati keputusan Bank Indonesia (BI) yang menaikkan suku bunga acuan atau BI rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,50 persen Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn mengatakan, keputusan BI tersebut merupakan langkah strategis untuk mere…