Ekonomi

Alasan Dony Oskaria Soal Laporan Keuangan Danantara Belum Terbit

58
×

Alasan Dony Oskaria Soal Laporan Keuangan Danantara Belum Terbit

Sebarkan artikel ini
Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria, memberikan keterangan terkait laporan keuangan.
COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menjelaskan kendala dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian.

JAKARTA – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) hingga saat ini belum merilis laporan keuangan konsolidasian untuk tahun buku 2025. Pihak manajemen menyatakan bahwa proses penyusunan dan audit masih berjalan karena kompleksitas penggabungan data seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam satu holding.

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menyatakan bahwa tantangan utama terletak pada proses eliminasi transaksi antarperusahaan. Hal ini merupakan langkah krusial untuk menghindari pencatatan ganda dalam laporan keuangan konsolidasi.

Menurut Dony, ini adalah kali pertama seluruh BUMN di Indonesia disatukan dalam satu laporan keuangan induk. Sebelumnya, setiap BUMN menyusun dan mempublikasikan laporan keuangan secara mandiri dan terpisah.

Proses konsolidasi ini melibatkan ratusan hingga ribuan entitas bisnis yang memiliki keterkaitan transaksi satu sama lain. Kompleksitas tersebut membuat durasi pengerjaan menjadi lebih panjang dibandingkan laporan keuangan perusahaan pada umumnya.

Dony menegaskan bahwa keterlambatan ini bukan disebabkan oleh upaya penutupan informasi. Pihaknya memastikan bahwa seluruh proses penyusunan dilakukan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Saat ini, laporan keuangan Danantara sedang memasuki tahapan pra-audit. Danantara juga telah melibatkan konsultan keuangan profesional untuk menyusun struktur akun atau chart of accounts yang sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku.

Dony menyebutkan bahwa masyarakat tetap dapat memantau kinerja BUMN secara individu melalui laporan keuangan masing-masing perusahaan yang telah tersedia. Hal ini menjadi rujukan sementara sebelum laporan konsolidasi Danantara dirilis secara resmi.

Pihak manajemen menargetkan bahwa proses penyusunan laporan keuangan akan berjalan lebih efisien pada periode mendatang. Hal ini dimungkinkan setelah pola konsolidasi dan mekanisme eliminasi transaksi antar-BUMN terbentuk dengan mapan.

Pengalaman pada tahun pertama ini dinilai menjadi pembelajaran penting bagi operasional Danantara. Setelah pola tersebut ditemukan, proses konsolidasi pada tahun-tahun berikutnya diprediksi akan menjadi jauh lebih mudah dan cepat.

Selain fokus pada konsolidasi keuangan, Danantara saat ini juga tengah melakukan perombakan manajemen senior. Langkah ini diambil seiring dengan perluasan peran strategis lembaga pengelola investasi tersebut di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Di sisi lain, publik menyoroti peran Danantara dalam menangani isu ketenagakerjaan di sektor BUMN. Sebelumnya, isu mengenai nasib ribuan pekerja di perusahaan strategis seperti Freeport sempat mencuat dan menuntut perhatian dari lembaga pengelola investasi ini.

Danantara juga dikabarkan telah membentuk unit khusus yang berfungsi sebagai eksportir yang ditunjuk untuk komoditas strategis nasional. Unit ini nantinya akan mengawasi transaksi ekspor guna mencegah potensi kecurangan dan memastikan kepatuhan harga di pasar internasional.

Dengan berbagai agenda besar tersebut, transparansi laporan keuangan menjadi salah satu fokus utama yang ditunggu oleh para pemangku kepentingan. Kejelasan posisi keuangan Danantara dianggap krusial untuk membangun kepercayaan investor dan publik terhadap pengelolaan aset negara.