Tutup
Regulasi

Harga Minyak WTI Anjlok 8,78% Akibat Sentimen Gencatan Senjata AS-Iran

109
×

Harga Minyak WTI Anjlok 8,78% Akibat Sentimen Gencatan Senjata AS-Iran

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) kini diperdagangkan di bawah level US$ 100 per barel. Penurunan ini dipicu oleh sentimen positif terkait potensi kesepakatan gencatan senjata selama 60 hari antara Amerika Serikat dan Iran yang dinilai mampu meredakan ketegangan pasokan energi global.

Berdasarkan data Trading Economics pada Jumat (29/5/2026) pukul 11.07 WIB, harga minyak WTI tercatat berada di level US$ 88,02 per barel. Angka ini mencerminkan pelemahan signifikan sebesar 8,78% dalam kurun waktu sepekan terakhir.

Tren penurunan ini berpotensi berlanjut seiring dengan laporan mengenai upaya diplomatik antara AS dan Iran. Salah satu poin utama dalam pembahasan tersebut mencakup akses pelayaran tanpa hambatan di Selat Hormuz. Selain itu, Iran dikabarkan bersedia membersihkan ranjau di jalur distribusi vital tersebut dalam waktu 30 hari.

Prospek terbukanya kembali jalur distribusi energi global memicu optimisme pasar bahwa ancaman gangguan pasokan minyak dapat berkurang secara signifikan. Hal inilah yang kemudian menekan harga minyak mentah global ke level terendah dalam periode bulanan.

Dari sisi teknikal, pergerakan harga minyak mentah WTI saat ini masih menunjukkan tren *bearish*. Kendati demikian, indikator *Relative Strength Index* (RSI) mulai memberi sinyal adanya potensi *bullish divergence* saat harga mendekati area *demand* kuat di kisaran US$ 85,41 hingga US$ 83,21 per barel.

Dengan posisi tersebut, tekanan jual diperkirakan akan mulai terbatas di area *demand* tersebut. Kondisi ini membuka peluang bagi harga minyak untuk kembali melakukan *rebound* dan menguji level *resistance* di posisi US$ 92,49 per barel.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Harga emas dunia mulai menunjukkan pemulihan setelah sempat tertekan dalam sebulan terakhir. Meski begitu, investor ritel masih mempertanyakan apakah investasi emas, khususnya emas batangan, tetap menarik di tengah lebar spread harga jual dan buyback. Melansir Trading Economics pukul 17.59 WIB, harga emas spot naik 0,96% secara harian menjadi US$ 4.538 per ons troi. Namun, dalam sebulan terakhir harga emas masih…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com – JAKARTA. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada Jumat (29/5/2026). Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot melemah 0,20% secara harian ke Rp 17.881 per dolar AS. Dalam sepekan, rupiah melemah 0,91% dari level Rp 17.717 per dolar AS pada Jumat (22/5). Berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah melemah 0,52% secara harian ke Rp 17.883 per dolar AS. Dalam sepekan, rupiah melemah 0,93% dari level Rp…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Rupiah spot masih melanjutkan pelemahan pada perdagangan Jumat (29/5/2026) pagi. Pukul 09.12 WIB, rupiah spot ada di level Rp 17.859 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 0,07% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 17.846 per dolar AS. Di Asia, rupiah melemah bersama beberapa mata uang lainnya. Won Korea mencatat pelemahan terdalam yakni 0,51%, disusul rupiah yang melemah 0,07%, dolar Singapura melemah 0,05%, Yen Jepang…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Periode penawaran Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) ritel seri Sukuk Tabungan 016 (ST016) akan berakhir awal Juni 2026. Jelang berakhirnya penawaran, target penjualan ST016 hampir terpenuhi. Simak cara investasi sukuk ST016 sebelum kehabisan kuota. Masa penawaran sukuk ST016 akan berakhir pada Rabu (3/6/2026). Tingginya minat investor terlihat dari penyerapan kuota nasional yang telah mendekati penuh, terutama untuk…