Tutup
EnergiPerbankanTransportasi

PLN Siapkan SPKLU, Pemudik EV Diprediksi Meningkat Tajam

255
×

PLN Siapkan SPKLU, Pemudik EV Diprediksi Meningkat Tajam

Sebarkan artikel ini
bos-pln-titip-pesan-ke-pemudik:-jangan-lupa-cabut-peralatan-listrik
Bos PLN Titip Pesan ke Pemudik: Jangan Lupa Cabut Peralatan Listrik

Jakarta – PT PLN (Persero) mengimbau masyarakat yang akan mudik Lebaran Idulfitri 1447 H untuk memastikan keamanan instalasi listrik di rumah sebelum ditinggalkan. Hal ini penting untuk mencegah potensi kebakaran.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, secara khusus meminta pemudik untuk mematikan dan mencabut peralatan elektronik dari stop kontak.

“Kami mengimbau kepada masyarakat yang mudik untuk mematikan peralatan listrik. Cabut kompor listrik dan setrika agar mudik berjalan aman,” ujar Darmawan dalam konferensi pers pembukaan Posko Nasional Sektor ESDM Periode Hari Raya Idulfitri 2026, Kamis (12/3).

PLN juga memprediksi peningkatan signifikan jumlah pemudik yang menggunakan kendaraan listrik pada musim mudik tahun ini.

Darmawan menyebutkan, pengguna mobil listrik diperkirakan naik 1,6 kali lipat dibandingkan periode mudik 2025.

Untuk mendukung hal ini, PLN melakukan optimasi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di sepanjang jalur mudik.

“Kami melakukan optimasi SPKLU di jalur mudik, mengganti slow charging dengan ultra fast charging,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Posko Nasional Sektor ESDM Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) 1447 H, Erika retnowati, memastikan pasokan listrik nasional aman selama periode Ramadan dan idulfitri 2026.

Erika menjelaskan, beban puncak listrik pada sistem nasional diperkirakan mencapai 47.198 MW, dengan daya mampu pasok 51.608 MW.

“Terdapat cadangan listrik 4.410 MW atau sekitar 9,3 persen,” ungkap Erika.

Pada hari-H Idul Fitri, beban puncak diperkirakan 35.017 MW dengan daya mampu pasok 51.967 MW. Cadangan daya mencapai 16.950 MW atau sekitar 48,4 persen.

“Beban puncak pada hari-H Idul Fitri diproyeksikan tumbuh 5,46 persen dari tahun 2025, namun lebih rendah 29 persen dari hari normal,” pungkas Erika.