Padang – Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS Rahmat Saleh meminta pemerintah mengevaluasi menyeluruh pasca kecelakaan kereta di Bekasi Timur, Jawa Barat.
Insiden tersebut melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek pada Senin malam.
Menurutnya, pemerintah harus memastikan investigasi berjalan objektif, sekaligus memperbaiki sistem keselamatan transportasi berbasis rel.
Selain itu, Rahmat menegaskan fokus pascakejadian tidak diarahkan pada saling menyalahkan antar-pihak.
Namun, semua pihak perlu mencari akar persoalan agar insiden serupa tidak kembali terulang.
“Jangan saling menyalahkan. Saat ini yang paling penting bagaimana langkah-langkah evaluasi dilakukan secara menyeluruh, sehingga keselamatan masyarakat benar-benar menjadi prioritas,” kata Rahmat di Jakarta, Rabu.
Fokus pada Investigasi Objektif dan Pembenahan Sistem Pengamanan
Ia menilai kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa dan luka-luka menjadi pengingat penting bagi sistem transportasi massal.
Karena itu, pengawasan dan pembaruan harus terus dilakukan, terutama pada aspek teknologi pengamanan perjalanan kereta.
Sementara itu, laporan awal menyebut insiden di Bekasi Timur masih dalam proses penyelidikan aparat dan otoritas terkait.
Rahmat juga menyoroti pentingnya pemeriksaan sistem sensor serta perangkat keselamatan milik operator kereta api.
Ia meminta seluruh perangkat operasional diperiksa detail, mulai dari sistem deteksi, sinyal, komunikasi, hingga prosedur tanggap darurat.
“Evaluasi terhadap sensor KAI dan seluruh sistem pengamanan harus dilakukan serius. Teknologi keselamatan tidak boleh dianggap sekadar pelengkap, karena menyangkut nyawa penumpang,” ujarnya.
Di sisi lain, Rahmat menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban meninggal dunia.
Ia juga berharap penumpang yang mengalami luka segera pulih.
Selain itu, menurutnya pendampingan terhadap korban harus menjadi bagian penting dalam penanganan pascakejadian.
Rahmat menambahkan kebutuhan masyarakat terhadap moda transportasi kereta terus meningkat setiap tahun.
Oleh karena itu, peningkatan layanan harus dibarengi standar keamanan lebih ketat, terutama di jalur padat penumpang.
“Transportasi publik adalah urat nadi aktivitas masyarakat. Kepercayaan publik hanya bisa dijaga jika keselamatan menjadi prioritas utama,” katanya.
Ia berharap hasil investigasi nantinya dibuka secara transparan kepada publik.
Dengan demikian, hasil tersebut dapat menjadi dasar pembenahan nyata ke depan.
“Kita berharap hasil investigasi dibuka secara transparan, agar kita tahu bersama langkah-langkah yang harus disiapkan segera,” pungkasnya.







