Regulasi

Stok Beras Aman 3,35 Juta Ton, Bulog Siap Penuhi Kebutuhan Lebaran

302
×

Stok Beras Aman 3,35 Juta Ton, Bulog Siap Penuhi Kebutuhan Lebaran

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Perum Bulog memastikan ketersediaan beras nasional aman jelang Hari Raya Imlek, Ramadan, dan Idul Fitri. Hingga 8 Januari 2026, stok beras yang tercatat mencapai 3.351.900 ton.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan rincian stok tersebut terdiri dari 3.238.103 ton beras jenis *public service obligation* (PSO) dan 113.797 ton beras komersial.

“Kesiapan stok ini untuk menghadapi Imlek dalam waktu dekat, Ramadan, kemudian Lebaran,” ujarnya saat konferensi pers di kantor BNPB, Jumat (9/1/2026).

Distribusi stok beras terbesar berada di Jawa Timur dengan 806.248 ton, disusul Sulawesi Barat 565.587 ton, Jawa Barat 526.867 ton, dan Jakarta 249.668 ton.

Rizal menambahkan, stok beras akan terus bertambah seiring panen yang didata oleh Kementerian Pertanian. Bulog menargetkan penyerapan hingga 4 juta ton pada tahun 2026. Dengan demikian, total cadangan beras pemerintah diperkirakan mencapai 7 juta ton.

Prioritas utama stok beras ini adalah untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Namun, Bulog juga membuka potensi ekspor. “Kalau ada potensi ekspor, kami ke Timor Leste atau Papua Nugini atau bahkan ke Malaysia,” kata Rizal.

Langkah ekspor ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang tidak lagi melakukan impor beras konsumsi mulai tahun 2026. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya mengklaim Indonesia telah mencapai swasembada beras sejak Desember 2025.

Rizal menjelaskan, puncak swasembada beras pada 2025 tercapai setelah Bulog mampu menyerap 4,5 juta ton Gabah Kering Panen (GKP) pada Juli 2025. Ia berharap swasembada beras ini dapat terus berlanjut demi kesejahteraan negara.

“Harapannya nanti peluangnya ekspor, yang kedua potensi ke depan harga beras satu harga dari Sabang sampai Merauke,” tuturnya.

Harga beras yang dimaksud adalah harga beras dalam program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Rizal berharap dapat mewujudkan satu harga beras secara nasional, serupa dengan harga bahan bakar minyak yang diterapkan oleh PT Pertamina (Persero).

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit pada awal Juni 2026 setelah mengalami tekanan pada penghujung Mei. Pada penutupan perdagangan Selasa (2/6/2026), IHSG menguat 1,11% atau naik 67,85 poin ke level 6.195,42. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dihimpun RTI, pergerakan IHSG sepanjang hari berada di zona hijau. Baca Juga: SumbarSumbarbisnis.com Sell Rp 518 Miliar Saat IHSG Menguat, Cek SumbarSumbarbisnis.com Sell…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Surya Pertiwi Tbk (SPTO) menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 189 miliar atau setara 62,6% dari laba bersih tahun buku 2025. Keputusan ini telah disepakati perusahaan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada hari ini, Selasa (2/6/2026). Dividen tunai tersebut akan dibagikan kepada para pemegang saham yaitu sebanyak 2,7 miliar saham, sehingga setiap saham akan memperoleh dividen tunai sebesar Rp…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan Selasa (2/6/026) setelah mencetak serangkaian rekor tertinggi baru dalam beberapa sesi terakhir. Meski demikian, optimisme terhadap perkembangan kecerdasan buatan (AI) tetap menjadi penopang sentimen pasar. Baca Juga: Wall Street Terus Catat Rekor, Investasi di Pasar Saham AS Bisa Jadi Opsi Alternatif Melansir Reuters pada pembukaan perdagangan, indeks Dow Jones…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com – JAKARTA. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memperkirakan penerbitan obligasi korporasi akan lebih selektif setelah Bank Indonesia menaikkan suku bunga. Fixed Income Analyst Pefindo Ahmad Nasrudin mengatakan, di pasar obligasi, kenaikan suku bunga kebijakan biasanya menekan harga obligasi lama dan mendorong yield naik. Bagi emiten, kondisi ini berarti biaya penerbitan baru menjadi lebih mahal. Emiten yang tidak memiliki…