Tutup
Regulasi

Kemenkeu Incar Dana Rp12 Triliun Melalui Lelang Sukuk Pekan Depan

80
×

Kemenkeu Incar Dana Rp12 Triliun Melalui Lelang Sukuk Pekan Depan

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) kembali membuka lelang delapan seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara pada Selasa, 2 Juni 2026. Dalam agenda ini, pemerintah menetapkan target indikatif perolehan dana sebesar Rp12 triliun.

Berdasarkan keterangan resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu, instrumen yang ditawarkan mencakup seri Surat Perbendaharaan Negara-Syariah (SPN-S) dan Project Based Sukuk (PBS).

Tiga seri SPN-S yang dilelang dengan imbal hasil diskonto terdiri dari SPNS13072026 (*reopening*), SPNS23112026 (*reopening*), dan seri baru SPNS01032027. Sementara itu, lima seri PBS yang ditawarkan melalui mekanisme *reopening* adalah PBS030, PBS040, PBS034, PBS005, dan PBS038.

Seri PBS038 tercatat menawarkan imbal hasil tertinggi sebesar 6,87500 persen, sedangkan seri PBS040 memiliki tingkat imbal hasil terendah yakni 5 persen.

Lelang ini dilakukan untuk memenuhi sebagian target pembiayaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Pemerintah memiliki fleksibilitas untuk memenangkan penawaran hingga maksimal 200 persen dari target indikatif yang ditetapkan.

Langkah penerbitan obligasi ini menjadi strategi utama pemerintah untuk menutupi defisit APBN 2026 yang diproyeksikan mencapai Rp689,1 triliun. Merujuk pada UU APBN Nomor 17 Tahun 2025, target pembiayaan utang tahun ini dipatok sebesar Rp832,2 triliun, meningkat dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang sebesar Rp775,9 triliun.

Data DJPPR menunjukkan tren penurunan minat investor pada lelang sukuk dalam beberapa waktu terakhir. Pada lelang 19 Mei 2026, total penawaran yang masuk hanya mencapai Rp18,79 triliun. Angka ini turun dibandingkan lelang pada 5 Mei 2026 yang sebesar Rp21,19 triliun.

Penurunan minat ini terlihat cukup signifikan dibandingkan lelang pada 21 April 2026. Saat itu, total penawaran masuk (*incoming bids*) mencapai Rp33,5 triliun, di mana pemerintah akhirnya memutuskan untuk memenangkan dana sebesar Rp15 triliun.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com – JAKARTA. Nilai tukar rupiah masih berada dalam tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menjelang paruh kedua tahun 2026. Meski berbagai langkah stabilisasi telah ditempuh oleh Bank Indonesia (BI), sejumlah ekonom menilai penguatan rupiah secara berkelanjutan masih menghadapi tantangan besar dari faktor eksternal maupun domestik. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup melemah 0,20% secara harian ke level Rp…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) memberikan tanggpan atas dampak rencana penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) Tata Kelola Ekspor Sumber Daya Alam (SDA). Melalui beleid tersebut, aktivitas ekspor sejumlah komoditas SDA bakal melalui satu pintu. Sekretaris Perusahaan Vale Indonesia, Ranty Astari Rachman mengatakan, pihaknya memahami bahwa pemerintah berencana menerbitkan PP Tata Kelola Ekspor SDA untuk memperkuat tata kelola…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Saham bank berkapitalisasi besar alias big banks selama sepekan lalu masih menjadi saham yang paling banyak dijual asing. Aksi jual asing tersebut membuat pergerakan saham emiten big banks kompak ikut menurun. Diantara saham big banks yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), saham yang turun paling tajam adalah saham…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk (EPAC) akan berganti kepemilikan. Perusahaan yang bergerak di bidang industries barang dari plastik untuk pengemasan ini menjelaskan, rencana tersebut setelah pihaknya mengetahui bahwa pemegang saham pengendali lama telah menandatangani perjanjian untuk menjual seluruh sahamnya. “Kami sampaikan bahwa pada hari Senin, 25 Mei 2026, telah dilakukan penandatanganan Pengikatan Jual Beli…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) membukukan penurunan laba bersih sepanjang kuartal I tahun 2026. Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis akhir pekan lalu, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 4,34 triliun, menurun 21,8% secara tahunan. Ini sejalan dengan laba periode berjalan turun sebesar 17,57% secara year on year (yoy) menjadi Rp 6,05 triliun. Penurunan laba bersih…