Tutup
News

Tanah Datar Gerak Cepat Tangani Dampak Hidrometeorologi

205
×

Tanah Datar Gerak Cepat Tangani Dampak Hidrometeorologi

Sebarkan artikel ini
gerak-cepat-pemkab-tanah-datar-tangani-bencana-hidrometeorologi
Gerak Cepat Pemkab Tanah Datar Tangani Bencana Hidrometeorologi

Tanah datar – Bencana hidrometeorologi melanda Kabupaten Tanah Datar sejak 24 November 2025, mencapai puncaknya pada 27 November 2025.Ribuan warga mengungsi dan kerusakan infrastruktur meluas.

Bupati Tanah Datar, Eka Putra, langsung turun tangan memimpin penanganan dampak banjir bandang.

Bencana ini berdampak di 12 kecamatan dan 36 nagari. Jumlah pengungsi mencapai 7.988 orang.

Kecamatan Batipuh, Batipuh Selatan, dan X Koto menjadi wilayah yang paling parah terdampak.

Puluhan rumah hanyut dan ratusan lainnya rusak akibat terjangan banjir.

data mencatat 34 rumah hanyut, 95 rusak berat, 101 rusak sedang, dan 217 rusak ringan.

Fasilitas umum juga tak luput dari kerusakan. sebanyak 16 jembatan putus, tiga rusak berat, dan satu rusak ringan.

Tiga nagari di Kecamatan Batipuh selatan sempat terisolir akibat akses jalan yang terputus.

Pemkab Tanah Datar telah menetapkan status tanggap darurat bencana.

Dapur umum, posko pengungsian, dan penggalangan donasi segera dibuka sebagai langkah cepat penanganan.

Distribusi logistik dipercepat, menjangkau daerah sulit akses, termasuk wilayah terisolir melalui penyeberangan Danau Singkarak.

Pemkab menurunkan alat berat milik daerah dan menyewa tambahan.Bahkan,satu unit alat berat hanyut terbawa banjir.

Bantuan alat berat berdatangan dari berbagai pihak, termasuk Balai Wilayah sungai Sumatera Barat, Hutama Karya Indonesia (HKI), hingga pihak swasta.

Fokus utama penanganan saat ini adalah membuka akses dan memulihkan konektivitas antarwilayah.

Pembersihan jalan dari material banjir melibatkan TNI, Polri, dan relawan.

Sektor pertanian juga terdampak,dengan 74 titik irigasi sekunder rusak,17 titik irigasi tersier,dan 480,64 hektare lahan sawah terdampak.

Bencana ini mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dan lima luka-luka.

Masa tanggap darurat diperpanjang hingga 17 Desember 2025.

Pemkab Tanah Datar menyiapkan hunian sementara (Huntara) bagi pengungsi sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana.