Asuransi

Laba Tugu Pratama Indonesia Tembus Rp480,29 Miliar di Semester I-2026

71
×

Laba Tugu Pratama Indonesia Tembus Rp480,29 Miliar di Semester I-2026

Sebarkan artikel ini
Kantor pusat PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk di Jakarta.
PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp480,29 miliar pada semester I-2026.

JAKARTA – PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) mencatatkan kinerja keuangan yang impresif sepanjang semester pertama 2026. Anak usaha PT Pertamina (Persero) ini membukukan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 480,29 miliar.

Pencapaian laba bersih tersebut mengalami lonjakan signifikan sebesar 76,87% secara tahunan (year-on-year/YoY). Pada periode yang sama tahun lalu, perusahaan hanya membukukan laba sebesar Rp 271,55 miliar.

Kenaikan laba juga tercermin pada laba per saham (EPS) perusahaan. TUGU mencatatkan EPS sebesar Rp 135, meningkat tajam dari posisi Rp 76 pada semester pertama 2025.

Direktur Keuangan & Layanan Korporat Tugu Insurance, Fitri Azwar, menyatakan bahwa pertumbuhan ini sejalan dengan penerapan standar akuntansi PSAK 117. Pendapatan jasa asuransi perusahaan tercatat mencapai Rp 4,45 triliun pada semester pertama 2026.

Realisasi pendapatan jasa asuransi tersebut tumbuh 16,31% YoY dibandingkan periode sebelumnya yang sebesar Rp 3,83 triliun. Secara keseluruhan, hasil jasa asuransi perusahaan mencapai Rp 602,95 miliar atau naik 85,56% YoY.

Kinerja operasional turut didorong oleh pendapatan operasional lainnya yang mencapai Rp 321,29 miliar. Angka ini mencatat pertumbuhan sebesar 24,61% YoY dibandingkan Rp 257,84 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Fitri menjelaskan bahwa kontribusi pendapatan operasional tersebut ditopang oleh lini usaha sewa, jasa survei, dan penjualan kendaraan dari entitas anak usaha. Selain itu, perusahaan mencatatkan pendapatan investasi sebesar Rp 140,50 miliar.

Dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan, perusahaan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Pengelolaan portofolio investasi dilakukan dengan mempertimbangkan aspek likuiditas, risiko, dan imbal hasil secara ketat.

Dari sisi neraca keuangan, Tugu Insurance mencatatkan total aset sebesar Rp 29,49 triliun per 30 Juni 2026. Nilai aset tersebut meningkat 6,40% dibandingkan posisi akhir Desember 2025 yang sebesar Rp 27,71 triliun.

Sementara itu, total ekuitas perusahaan saat ini tercatat sebesar Rp 10,01 triliun. Capaian ini diklaim memberikan landasan kuat bagi perusahaan untuk menjaga kesinambungan usaha di masa depan.

Manajemen menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan bisnis sesuai dengan strategi dan kondisi pasar yang berlaku. Fokus utama perusahaan adalah memenuhi komitmen kepada para pemangku kepentingan.

Tugu Insurance berupaya menciptakan nilai tambah secara bertahap dan berkelanjutan melalui efisiensi operasional. Langkah ini diharapkan mampu mempertahankan tren positif kinerja perusahaan hingga akhir tahun 2026.